Seorang pemukim Israel membunuh seorang remaja Palestina pada Minggu malam (29/1) di dekat permukiman kolonial Israel di Kedumim, yang dibangun secara ilegal di tanah Palestina di provinsi Qalqilia, Tepi Barat. Karam Ali Salman, (18), seorang penduduk Desa Qusin dekat kota Nablus, ditembak mati oleh seorang pemukim bersenjata Israel.
Pada hari yang sama, pasukan Israel menembak seorang pemuda dan anak Palestina selama konfrontasi di Desa Nabi Saleh, utara Ramallah, Tepi Barat. Sumber mengatakan bahwa pasukan Israel menyerbu desa tersebut, memicu konfrontasi dengan warga Palestina. Tentara kemudian melepaskan tembakan peluru karet berlapis baha, melukai seorang pemuda berusia 22 tahun dengan peluru di kakinya, dan seorang anak berusia 13 tahun yang tidak disebutkan namanya.
Serangan pemukim Israel dilaporkan terjadi di banyak daerah dan persimpangan di Tepi Barat. Di Kota Nablus saja, pemukim Israel tercatat telah melancarkan 144 serangan malam terhadap warga sipil Palestina dan properti mereka, kata Ghassan Daghlas, seorang pejabat Palestina yang bertanggung jawab terhadap berkas-berkas di provinsi tersebut.
Daghlas mengatakan kepada WAFA bahwa kelompok pemukim fanatik melemparkan batu dan merusak setidaknya 120 kendaraan di jalan. Mereka juga membakar enam kendaraan hingga rusak total. Sedikitnya 22 toko milik warga Palestina juga diserang oleh para pemukim di Kota Huwwara. Daghlas mengatakan mayoritas serangan difokuskan di Madama, Qusra, Jorish, dan Majdal Bani Fadel. Ia memperingatkan eskalasi serangan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat, mencatat peningkatan frekuensi serangan teror yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap warga Palestina dan properti mereka.
Serangan malam ini adalah bagian dari gelombang berkelanjutan kekerasan pemukim yang didorong oleh pemerintah sayap kanan baru Israel Benjamin Netanyahu dan hasutan dari menteri kabinet ultranasionalis Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich. Setidaknya 31 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan pendudukan Israel sejak awal Januari 2023, menjadikannya bulan paling mematikan bagi warga Palestina di Tepi Barat selama bertahun-tahun.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








