Pemukim ekstremis Israel mendirikan pos permukiman baru pada Selasa (29/3) di dekat komunitas Badui di daerah Al-Muarrajat antara Kota Ramallah dan Yerikho di Tepi Barat yang diduduki. Menurut Direktur Organisasi Al-Baydar untuk Pembelaan Hak Badui, Hassan Malehat, para pemukim Yahudi, di bawah perlindungan tentara pendudukan, membawa bahan bangunan dan tangki air ke lokasi untuk membangun unit perumahan di atas tanah milik masyarakat Badui setempat.
Malehat menunjukkan bahwa pemukim ekstremis yang didukung oleh pasukan pendudukan Israel, terus membatasi pergerakan orang Palestina di daerah itu dan memblokir akses bagi para penggembala yang mencoba membawa ternak mereka ke ladang. Ada lebih dari 700.000 pemukim Israel yang tinggal di permukiman kolonial di Tepi Barat dan Al-Quds yang diduduki. Semua permukiman adalah ilegal menurut hukum internasional dan permukiman “pos terdepan” bahkan ilegal menurut hukum Israel.
Kekerasan pemukim telah meningkat sejak tahun lalu, dan pemerintah Israel tidak berbuat banyak untuk menghentikanatau menghukum mereka. Para ahli percaya bahwa munculnya kekerasan pemukim yang tidak dihukum adalah salah satu alasan di balik serangkaian serangan mematikan yang sedang berlangsung di Israel.
Sumber :
https://www.#/20220330-israeli-settlers-set-up-illegal-outpost-in-occupied-west-bank/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







