Pasukan Israel sejak Sabtu malam (12/3) telah melakukan serangan dan provokasi terhadap warga Palestina di Sheikh Jarrah, Al-Quds Timur. Mereka melempari rumah warga dan barang-barang dengan batu serta memecahkan jendela beberapa mobil milik warga.
Pemukim juga menyerang penduduk di sana, termasuk keluarga Salem, yang baru saja mendapat ancaman pengusiran dari Israel dengan menyemprotkan gas merica, skunk water, dan gas air mata kepada mereka serta menembakkan peluru yang menyebabkan lemas dan beberapa lainnya mengalami luka bakar, termasuk lansia, perempuan, dan anak-anak.
Ini terjadi beberapa jam setelah Ben-Gvir mengumumkan bahwa ia berencana untuk membuka kembali kantor darurat di tanah milik keluarga Salem.
Ben-Gvir juga diketahui meminta pemukim untuk berkumpul di wilayah tersebut pada Ahad sore (13/2). Sementara itu, pemukim terus memprovokasi warga Palestina dengan memainkan musik dan mengibarkan bendera.
Penyerangan tersebut mengundang aksi protes dari para aktivis dan warga sipil. Dalam aksi protes tersebut mereka mendapat serangan dari tentara dengan tembakan gas air mata, peluru, dan ledakkan bom untuk membubarkan massa.
Bulan Sabit Merah melaporkan terdapat 14 demonstran mengalami luka-luka.
Selain itu, pasukan Israel menangkap 12 warga dalam aksi protes tersebut.
Sumber :
https://english.wafa.ps/Pages/Details/128040
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.







