Al-Quds (Yerusalem) telah bersiap untuk melakukan konfrontasi karena kelompok ekstremis Yahudi berencana mengadakan pawai bendera provokatif di Kota Tua dan dekat Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga bagi umat Islam. Pawai bendera dijadwalkan dimulai pukul 21:45 pada hari Rabu (26/7), dan akan dihadiri oleh para menteri dan anggota Knesset dari partai sayap kanan. Rute pawai akan melewati gerbang Masjid Al-Aqsa, Al-Jadeed, Al-Zahira, Al-Amoud dan Al-Asbat, sebelum berakhir di Al-Buraq Square.
Pawai bendera dipandang sebagai unjuk kekuatan dan tantangan terhadap kehadiran dan kedaulatan Palestina di Yerusalem. Ini terjadi terutama setelah eskalasi pada Mei 2021 yang memicu konfrontasi antara pasukan Israel dan Palestina di Gaza. Pawai tersebut juga bertepatan dengan peringatan dugaan “penghancuran kuil” oleh orang Romawi pada tahun 70 M, yang diperingati oleh beberapa kelompok Yahudi yang berupaya membangun kuil Yahudi di situs Masjid Al-Aqsa.
Penduduk Palestina di Yerusalem serta organisasi Muslim dan Kristen telah menyerukan mobilisasi massa untuk membela Masjid Al-Aqsa dan menghadapi serbuan pemukim. Gerakan pemuda di Yerusalem mengumumkan malam konfrontasi di seluruh Yerusalem, mendesak orang-orang untuk datang ke Masjid Al-Aqsa setelah sholat asar dan magrib pada hari Rabu. Gerakan itu juga memperingatkan zionis Israel bahwa usahanya untuk menginvasi Yerusalem hanya akan menjadi bumerang dan mempermalukannya, dan menyerukan pemuda di kota untuk berjaga di semua jalan dan alun-alun.
Organisasi Muslim-Kristen untuk Yerusalem dan Tempat-Tempat Suci juga mengecam pawai bendera sebagai agresi baru di Masjid Al-Aqsa dan upaya untuk Yahudinisasi kota suci. Kepala Komite Anti-Yahudinisasi Yerusalem, Nasser al-Hadmi, memperingatkan rencana Israel untuk mengontrol semua lingkungan penduduk Palestina, termasuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa dan membangun kuil di atasnya. Dia mengatakan bahwa pawai bendera adalah semacam provokasi dan Yahudinisasi yang bertujuan untuk menciptakan aliran Yahudi di kota dan mengubah karakternya.
Otoritas Israel telah mengerahkan ribuan polisi dan pasukan keamanan di Yerusalem untuk mengamankan pawai bendera demi mencegah bentrokan atau gangguan. Polisi juga memberlakukan pembatasan masuknya warga Palestina ke Masjid Al-Aqsa, dan hanya mengizinkan orang yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki izin yang dikeluarkan Israel. Polisi juga telah menutup beberapa jalan dan pos pemeriksaan yang mengarah ke Yerusalem, menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah.
Pawai bendera telah dikecam oleh beberapa tokoh regional dan internasional, yang telah memperingatkan konsekuensi berbahaya bagi stabilitas dan keamanan Yerusalem dan sekitarnya. Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, Yordania, Mesir, Turki, Qatar, Iran, Maroko, Tunisia, Aljazair, Sudan, Irak, Lebanon, Kuwait, Bahrain, Oman, Yaman, Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan lainnya telah meminta Israel untuk membatalkan atau menahan pawai dan menghormati status quo Masjid Al-Aqsa. Mereka juga telah menyatakan solidaritas dengan rakyat Palestina dan hak-hak sah mereka di Yerusalem.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








