Dua pekan telah berlalu setelah pemukim Israel, dengan dukungan tentara, secara paksa mengusir keluarga Palestina Sub Laban dari rumah yang telah mereka tempati selama 70 tahun di lingkungan Aqabat al-Khaldia di Kota Tua Al-Quds (Yerusalem). Pemukim Israel pada Minggu pagi (23/7) membuang perabotan keluarga Palestina tersebut dari rumah mereka untuk memastikan mereka tidak akan bisa kembali.
Noura Sub Laban, pemilik rumah, dan para aktivis yang berdiri untuk bersolidaritas dengannya di luar rumah juga diusir dari daerah tersebut oleh polisi dan pemukim Israel. Pasukan Israel juga menangkap Rafat Sub Laban, salah satu penghuni rumah tersebut, saat mereka membubarkan Noura dan aktivis lainnya dari sekitar rumah, yang sekarang ditempati oleh pemukim Yahudi Israel.
Pada 11 Juli, pemukim Israel merebut rumah keluarga Sub Laban di Kota Tua di Al-Quds (Yerusalem) setelah membobolnya dengan perlindungan pasukan Israel dan secara paksa mengevakuasi pemiliknya. Beberapa tahun lalu, pemukim Israel merebut bagian atas bangunan, sedangkan rumah keluarga Sub Laban tetap berada di tengah bangunan, yang dikelilingi permukiman Yahudi di semua sisinya.
Keluarga Sub-Laban menyewa rumah tersebut pada tahun 1953 dari Kerajaan Yordania, dan diberikan hak sewa yang dilindungi. Akan tetapi setelah penjajahan Israel terhadap Al-Quds (Yerusalem), rumah tersebut ditempatkan di bawah pengelolaan yang disebut “Custodian of Absentee Properties,” mengklaim bahwa kepemilikannya adalah milik orang Yahudi, yang ditolak mentah-mentah oleh keluarga tersebut.
Pada tahun 2016, pengadilan zionis Israel melarang anggota keluarga Sub Laban termasuk Raafat, Ahmed, istri dan anak-anaknya, serta saudara perempuan mereka, untuk tinggal di dalam rumah, yang menyebabkan pemisahan keluarga tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini







