Sekelompok pemukim ekstremis Yahudi pada Selasa (27/8) mendirikan pos permukiman ilegal baru di dekat Desa Badui Khan al-Ahmar di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur yang dijajah.
Kepala Dewan Desa Eid Yassin mengatakan bahwa pos terdepan kolonial ini terletak hanya 150 meter dari Desa Khan al-Ahmar, seraya menambahkan bahwa para pemukim menempatkan tenda dan generator listrik di daerah ini dan mulai menyerang warga Badui Palestina yang tinggal di komunitas terdekat.
Yassin memperingatkan bahwa para pemukim tersebut akan membahayakan siswa Palestina di daerah tersebut saat berjalan menuju sekolah mereka pada permulaan tahun ajaran awal bulan depan.
Ia mengatakan bahwa pelanggaran pemukim tersebut merupakan bagian dari strategi sistematis yang dilakukan oleh rezim pendudukan Israel terhadap penduduk Badui di daerah tersebut untuk memaksa mereka meninggalkan tenda-tenda mereka dan mengungsi dari dusun-dusun mereka sebagai langkah awal untuk membangun permukiman pastoral Yahudi di wilayah Badui di Al-Quds (Yerusalem).
Selain itu, Abdullah Salaimeh, salah satu warga Al-Quds (Yerusalem), dipaksa oleh otoritas Israel untuk menghancurkan rumahnya sendiri di Silwan, Al-Quds (Yerusalem) yang dijajah, pada Rabu (28/8) malam. Rumah yang telah ditempati oleh 14 anggota keluarganya sejak 2010 itu dihancurkan karena dianggap dibangun tanpa izin, dan ia telah didenda hingga 120.000 shekel. Tindakan ini merupakan bagian dari strategi Israel dalam memindahkan (mengusir) warga Palestina di wilayah tersebut.
Sumber: https://english.palinfo.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








