Enam warga Palestina terluka pada Kamis pagi (18/5) ketika pasukan pendudukan Israel menyerang mereka dengan tembakan selama penggerebekan di situs Makam Yusuf, yang berbasis di kota Nablus, Tepi Barat. Ahmad Jibril, Kepala Bulan Sabit Merah Palestina, mengatakan kepada kantor berita WAFA, bahwa seorang warga Palestina ditembak dengan peluru tajam di punggungnya dan dibawa ke rumah sakit, sementara lima korban lain yang terkena peluru karet dirawat di tempat.
Dia menambahkan bahwa seorang pria Palestina lainnya terluka parah setelah bom gas mengenai tangannya, sementara seorang wanita menderita cedera kepala setelah serangan bom suara. Kedua korban dilarikan ke rumah sakit. Ahmad mencatat bahwa 80 warga Palestina, termasuk dua wanita hamil, menderita sesak napas dan terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan pendudukan Israel selama penggerebekan.
Sementara itu, pemukim ilegal menyerbu Makam Yusuf di bawah perlindungan pasukan pendudukan dan melakukan ritual Talmud serta menyanyi dan menari. Semua permukiman dan pemukim adalah ilegal menurut hukum internasional. Namun demikian, menurut data resmi, sekitar 650.000 ekstremis pemukim Yahudi Israel tinggal di lebih dari 130 permukiman yang dibangun di atas tanah Palestina sejak pendudukan Tepi Barat dimulai pada 1967.
Orang Palestina meyakini Makam Yusuf sebagai tempat pemakaman tokoh agama setempat, Sheikh Yousef Dweikat, sementara orang Israel percaya itu milik Patriark Alkitab Yusuf. Telah terjadi peningkatan jumlah serangan Israel di Tepi Barat yang diduduki selama beberapa bulan terakhir, khususnya di Nablus dan Jenin, ditambah dengan kekerasan yang dilakukan oleh pemukim ilegal yang, kadang-kadang, bahkan berbalik melawan pasukan Israel.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








