Menanggapi seruan terbaru dari komunitas Kristen di Taybeh, Tepi Barat yang diduduki, para pemimpin gereja meningkatkan tekanan terhadap otoritas Israel untuk menghentikan kekerasan yang terus dilakukan oleh para pemukim ilegal, lapor Anadolu.
Sebuah berkas “sangat rinci” yang mendokumentasikan serangan-serangan terbaru oleh pemukim Israel akan disampaikan ke Vatikan untuk ditinjau oleh Sekretariat Negara dan kemudian oleh Paus Leo XIV sendiri, sebagaimana dilaporkan harian Italia il Fatto Quotidiano.
Pada Senin lalu, sebuah delegasi yang terdiri dari perwakilan Takhta Suci dan para patriark dari berbagai gereja mengunjungi Taybeh sebagai bentuk solidaritas. Di desa ini, ratusan pemukim ilegal Israel dilaporkan telah melakukan penjarahan, pembakaran, dan perampasan tanah.
Dalam delegasi tersebut hadir Patriark Latin Al-Quds (Yerusalem) Kardinal Pierbattista Pizzaballa, serta Vikaris Penjaga Tanah Suci Pastor Ibrahim Faltas.
Pizzaballa menggambarkan situasi di seluruh Tepi Barat saat ini sebagai situasi tanpa hukum. “Di seluruh Tepi Barat, dan bukan hanya di sini, satu-satunya hukum yang berlaku sekarang adalah hukum kekuasaan—siapa yang kuat, bukan siapa yang benar. Kita harus berjuang agar hukum kembali ditegakkan di wilayah ini,” ujarnya.
Taybeh, satu-satunya desa di Tepi Barat yang seluruh penduduknya beragama Kristen, dengan populasi sekitar 1.500 orang. Desa ini telah menjadi sasaran selama berminggu-minggu oleh pemukim ilegal Israel yang mencoba merebut tanah dan rumah penduduk.
“Ada korban jiwa di wilayah ini. Banyak yang terluka, warga dipaksa keluar dari rumah mereka, bangunan dihancurkan, dan ladang dibakar. Ini adalah serangan pengecut terhadap warga sipil yang tidak bersenjata,” tulis Pastor Faltas dalam Vatican News pada Selasa.
Para pemimpin gereja menyerukan langkah-langkah mendesak untuk melindungi warga sipil dan memastikan perdamaian. Mereka menekankan bahwa serangan ini tidak boleh dilihat sebagai konflik agama, melainkan sebagai krisis kemanusiaan yang menimpa warga tak berdosa.
Sejak dimulainya perang genosida Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023, setidaknya 998 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 7.000 lainnya terluka di Tepi Barat akibat kekerasan oleh pasukan Israel dan pemukim ilegal, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.
Dalam opini hukumnya yang bersejarah pada Juli lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal. ICJ juga menyerukan evakuasi seluruh permukiman Israel di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur).
Sumber:
https://www.aa.com.tr/en/europe/christian-leaders-call-on-vatican-to-act-as-settler-violence-escalates-in-west-bank/3632660
https://www.#/20250717-christian-leaders-call-on-vatican-to-act-as-settler-violence-escalates-in-west-bank/
https://www.#/20250717-pope-leo-calls-for-immediate-ceasefire-in-gaza-as-israeli-warplanes-strike-catholic-church/








