Krisis bahan bakar yang semakin parah di Gaza telah memaksa Pemerintah Kota Rafah untuk menghentikan pasokan bahan bakar ke sumur air pribadi dan ke saluran air untuk sektor pertanian, sehingga memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Krisis ini telah berlangsung selama dua pekan akibat penutupan perbatasan oleh Israel, mencegah masuknya bantuan kemanusiaan, pasokan darurat, serta barang-barang penting. Wali Kota Rafah, Ahmed Al-Sufi, dalam sebuah pernyataan pers, mengatakan bahwa sebelumnya pemerintah kota telah menyediakan bahan bakar untuk mengoperasikan 80 sumur air pribadi dan pertanian, selain sumur utama.
“Sangat penting untuk memastikan akses air bagi warga yang kembali ke lingkungan mereka, mengingat kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk,” jelasnya.
Namun, dengan habisnya pasokan bahan bakar, pemerintah kota terpaksa mengurangi layanan dan menangguhkan operasi penting, yang mengancam kehidupan ribuan warga serta memperburuk krisis kesehatan dan lingkungan.
Sufi memperingatkan dampak bencana akibat dihentikannya pasokan air. Ia menyatakan bahwa “kita menghadapi bencana kemanusiaan yang semakin dekat,” dan menegaskan bahwa hal itu dapat menyebabkan lumpuhnya operasi fasilitas air dan sanitasi, yang semakin memperburuk bencana kemanusiaan dan kesehatan yang sudah dialami kota tersebut akibat agresi Israel.
Saat ini, jalur pasokan air dari perusahaan Israel Mekorot masih menyuplai sekitar 70% kebutuhan harian kota. Jika pasokan ini dihentikan, Gaza akan menghadapi kelangkaan air yang parah, mengancam kehidupan manusia, memperburuk kesehatan masyarakat, dan meningkatkan penyebaran penyakit.
Pemerintah Kota Rafah dan Gaza sama-sama menyerukan kepada organisasi internasional untuk segera turun tangan guna menyelamatkan nyawa warga serta menekan Israel agar menghormati hukum dan konvensi internasional dengan membuka kembali perbatasan serta mengizinkan masuknya pasokan bahan bakar dan bantuan kemanusiaan.
Sejak 2 Maret, pasukan pendudukan Israel telah menutup perbatasan Gaza, mencegah masuknya barang dan bantuan, serta memutus pasokan listrik sebagai bagian dari strategi perang kelaparan terhadap rakyat Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








