Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir mengecam keputusan pemerintah Israel yang melarang nonmuslim, termasuk pemukim ilegal, untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa hingga akhir Ramadan, Radio Angkatan Darat melaporkan.
Ben-Gvir mengatakan bahwa keputusan mencegah pemukim memasuki Masjid Al-Aqsa adalah kesalahan besar yang akan berujung pada eskalasi. “Melemahnya kekuatan polisi di Al-Aqsa akan menciptakan lahan subur untuk demonstrasi besar-besaran dan hasutan untuk membunuh orang Yahudi dan melempari pemukim dengan batu di Tembok Buraq (Tembok Barat),” tambahnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sehari sebelumnya telah mengumumkan bahwa larangan diberlakukan bagi nonmuslim untuk memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa hingga akhir Ramadan. Kantor Netanyahu mengatakan bahwa keputusan itu diambil setelah penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan. Keputusan tersebut dengan suara bulat direkomendasikan oleh menteri pertahanan, kepala polisi, kepala dinas intelijen Shin Bet dan komisaris polisi.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








