Seorang ibu Palestina bernama Mazouza Hassan sangat khawatir dengan ancaman penghentian dana ke UNRWA, setelah sejumlah negara Barat memutuskan untuk menghentikan pendanaannya atas dugaan keterlibatan pegawainya dalam insiden 7 Oktober.
Hassan menyatakan kekhawatirannya atas kondisi pengungsi Gaza yang terpaksa tinggal di tenda, kebutuhan akan vaksin bagi anak-anak, dan kelahiran bagi ibu hamil. Situasi agresi telah menjadikan Gaza sebagai sebuah bencana kemanusiaan, dengan populasi yang terancam kelaparan dan penyakit, serta sistem medis yang hancur.
Sebelum insiden 7 Oktober, keberadaan UNRWA sudah sangat penting bagi 2,3 juta penduduk Palestina di Gaza. UNRWA mengoperasikan sekolah, klinik perawatan kesehatan primer, dan layanan sosial lainnya.
UNRWA mengatakan bahwa mereka tidak akan bisa bertahan setelah bulan Februari jika pendanaan tidak dilanjutkan. Lebih dari 10 negara, termasuk donor utama, Amerika Serikat, telah menghentikan pendanaan mereka.
“UNRWA adalah masa depan dan kehidupan kami dari awal hingga hari ini. Siapa yang akan mendukung kami?” ujar Hassan, berdiri di dekat anak-anaknya di Rafah di ujung selatan Jalur Gaza.
Israel secara berulang kali menyamakan staf UNRWA dengan anggota perjuangan Palestina dalam upaya untuk mencemarkan nama mereka, tanpa memberikan bukti atas klaim tersebut. Israel berusaha keras untuk menutup UNRWA, karena badan tersebut adalah satu-satunya badan PBB yang memiliki mandat khusus untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi Palestina.
Jika badan tersebut tidak ada lagi, maka masalah pengungsi juga dianggap tidak ada. Dengan demikian, hak yang sah bagi pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah mereka akan menjadi tidak perlu. Israel telah menolak hak tersebut sejak akhir 1940-an, meskipun keanggotaannya di PBB dibuat dengan syarat pengungsi Palestina diperbolehkan kembali ke rumah dan tanah mereka.
Seorang pria yang menunggu di pusat distribusi, Ahmed al-Nahal, menyebut penghentian pendanaan sebagai “hukuman mati” dan mengatakan bahwa orang akan kelaparan di jalanan jika pasokan bantuan dihentikan.
UNRWA didirikan pada tahun 1948 untuk melakukan operasi bantuan bagi para pengungsi Palestina dari perang yang menyertai pendirian negara Israel. Israel telah lama menyerukan agar badan tersebut dibubarkan, dengan alasan misinya sudah usang dan bahwa badan tersebut memupuk sentimen anti-Israel di antara stafnya. Klaim ini ditolak oleh Badan tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








