Pelapor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai hak kesehatan, Tlaleng Mofokeng, menyatakan pada Jumat (28/6) bahwa yang terjadi di Gaza adalah genosida. “Ketika Anda mendapati bahwa sekelompok orang benar-benar telah dimusnahkan, apa lagi yang dapat dinyatakan selain genosida?”
Mofokeng juga menambahkan dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Kantor Berita Turki, Anadolu, di sela-sela partisipasinya dalam sidang ke-56 Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, “Kami tahu bahwa orang-orang berusaha untuk bertahan hidup, tetapi itulah satu-satunya yang dapat mereka lakukan,” seraya menambahkan bahwa tidak ada makanan, air minum yang aman, dan permukiman yang aman.
Ia mencatat bahwa kesehatan psikologis warga Gaza telah memburuk dan menderita trauma berat akibat pengeboman Israel yang terus berlangsung. Mofokeng mengatakan bahwa informasi tentang status terkini fasilitas kesehatan di Gaza masih berasal dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi bantuan lainnya di bidang kesehatan.
“Ketika rumah sakit tidak bisa mendapatkan pasokan dan obat-obatan penting, dan ketika petugas kesehatan dibunuh dan dilecehkan, maka serangan terhadap hak atas kesehatan menjadi semakin menonjol,” katanya.
Pelapor PBB itu menekankan masih belum ada perkiraan mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun kembali infrastruktur kesehatan Gaza. Mofokeng menegaskan pentingnya diskusi global untuk mengakui peristiwa di Gaza sebagai “genosida” dan meminta pertanggungjawaban pelakunya di pengadilan internasional.
Sejak 7 Oktober, tentara pendudukan Israel melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza, dengan dukungan AS dan Eropa. Pesawat-pesawatnya mengebom rumah sakit, gedung-gedung dan rumah-rumah warga sipil Palestina, serta mencegah masuknya air, makanan, obat-obatan dan bahan bakar.
Agresi penjajah yang berkelanjutan terhadap Gaza telah membunuh 37.765 orang dan melukai 86.429 lainnya, juga menyebabkan sekitar 1,7 juta orang mengungsi, menurut data PBB.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








