Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, telah mengutuk hasutan langsung tentara pendudukan Israel terhadap enam jurnalis Palestina di Gaza.
Albanese mengatakan pada Kamis (24/10) bahwa tudingan Israel terhadap enam jurnalis Al-Jazeera yang diklaim sebagai anggota Hamas atau Jihad Islam “terdengar seperti hukuman mati.”
“Enam warga Palestina ini termasuk di antara jurnalis terakhir yang selamat dari serangan Israel di Gaza,” tambah pelapor PBB tersebut.
Para jurnalis yang dituduh adalah Anas Al-Sharif, Alaa Salama, Hussam Shabat, Ashraf Al-Sarraj, Ismail Abu Omar, dan Talal Al-Urouqi. Sebagian besar dari mereka telah menjadi sasaran dan diserang oleh IOF selama beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, Al-Jazeera mengonfirmasi bahwa tuduhan Israel tersebut “dibuat-buat” dan “bagian dari pola permusuhan yang lebih luas” terhadap saluran tersebut, dan menekankan bahwa “tuduhan tersebut merupakan upaya terang-terangan untuk membungkam beberapa jurnalis yang tersisa di Gaza guna menyembunyikan kenyataan brutal yang terjadi di Jalur Gaza yang terkepung tersebut.”
Selain itu Frank Smyth, pendiri organisasi Global Journalist Security juga memberi tahu Al Jazeera dalam sebuah wawancara tentang bahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dihadapi para jurnalis di Gaza.
Ia menyoroti lebih banyak jurnalis terbunuh di daerah kantong tersebut tahun lalu dibandingkan di konflik lain mana pun di seluruh dunia, dengan mayoritas korban adalah jurnalis lokal yang meliput komunitas mereka sendiri.
Smyth menekankan bahwa ada bukti bahwa pasukan Israel secara langsung menargetkan jurnalis, sementara pengeboman tanpa pandang bulu juga telah merenggut nyawa banyak profesional media.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








