Meski harus belajar di kursi roda, Enas Muhammad Khalifa dari Desa Budrus di Tepi Barat itu mampu mengatasi kondisinya dan melawan keterbatasannya. Perempuan muda tersebut berhasil memperoleh nilai rata-rata 97,3 di bidang sastra dan mencapai apa yang dicita-citakan. Dia mengatakan, “Bantuan ayah, saudara, teman-teman, dan guru membuat saya bisa menyelesaikan SMA dengan nilai tertinggi. Tekad saya untuk berprestasi membuat saya bisa mengatasi disabilitas saya.”
“Saya bercita-cita untuk belajar akuntansi atau teknologi informasi dengan cara yang sesuai dengan kemampuan saya. Saya memiliki ambisi untuk unggul di universitas,” tambahnya. Adapun ayahnya, Muhammad Khalifa, seraya tersenyum mengatakan, “Salah satu hari paling bahagia dalam hidup saya adalah melihat putri saya mendapatkan pencapaian terbaik. Ini semua karena kerja keras, ketekunan, dan ambisinya, yang menurut saya tak tertandingi.”
Selain itu, di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan, juga terdapat seorang pelajar difabel yang berprestasi. Ia adalah Saeed Jawdat Al-Najjar, seorang tunanetra yang memperoleh rata-rata 90,8 di bidang sastra sekolah menengah. Ia melewati perjalanan yang berat dan sering kali berkonflik dengan kenyataan.
Al-Najjar mengatakan, “Bukan rahasia lagi bahwa sekolah menengah itu sangat sulit, terutama untuk orang (dengan kondisi) seperti saya. Namun, dengan tekad dan kemauan, saya berhasil mengatasi semua kesulitan. Saya akan melanjutkan ke jenjang universitas tanpa lelah atau ragu-ragu dan saya akan dapat mengatasi kesulitan tersebut.”
“Salah satu hal tersulit yang saya hadapi adalah rusaknya mesin tulis saya dan mahalnya harga kertas untuk meringkas. Jadi, kadang-kadang saya harus membeli kertas jenis lain dengan harga termurah dan memotongnya menjadi potongan-potongan kecil yang sesuai. Selain itu, saya mengalami kesulitan untuk transportasi dan membutuhkan seseorang untuk mengantar dan menjemput saya,” tambahnya.
Pada konferensi pers di markas besar Otoritas Umum Radio dan Televisi di Ramallah, Kementerian Pendidikan Palestina menyatakan bahwa tingkat keberhasilan Ujian Akhir pada tahun ini adalah 68,12 persen. Dari 85.302 jumlah peserta ujian di semua cabang, 58.107 di antaranya dinyatakan lulus.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








