Seorang pejabat kesehatan Palestina, pada Senin (13/11), mengatakan tidak ada tempat yang aman untuk mengevakuasi orang-orang yang terluka dan bayi yang baru lahir dari Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza, karena tentara Israel telah mengepungnya selama tiga hari, Anadolu Agency melaporkan.
“Ada ratusan orang terluka yang tidak bisa meninggalkan rumah sakit,” kata Mohammed Zaqqout, Direktur Jenderal rumah sakit Gaza. Ia mengatakan, pemadaman listrik dan terganggunya layanan medis di rumah sakit tersebut mengakibatkan 32 pasien dan bayi baru lahir meninggal dunia.
Zaqqout juga mengatakan bahwa “tawaran Israel kepada rumah sakit untuk menyediakan sejumlah bahan bakar adalah “ejekan terhadap dunia”. Ia menambahkan jumlah yang ditawarkan tidak akan cukup untuk menghidupkan generator rumah sakit selama satu jam saja
Sejak pekan lalu, wilayah sekitar rumah sakit tersebut menjadi sasaran serangan udara besar-besaran Israel, termasuk di dalam kompleks Rumah Sakit Al-Shifa itu sendiri. Tentara Israel menuduh rumah sakit tersebut digunakan oleh kelompok Hamas sebagai pangkalan militer di bawahnya, sebuah tuduhan gegabah yang tidak terbukti.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








