Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menegaskan kembali tuntutannya pada hari Rabu (17/7) untuk gencatan senjata di Jalur Gaza karena situasi kemanusiaan di daerah kantong Palestina tersebut merupakan “noda moral bagi kita semua,” Anadolu Agency melaporkan.
Guterres mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh kepala stafnya, Courtenay Rattray, bahwa gencatan senjata kemanusiaan harus segera terjadi dan semua sandera dibebaskan tanpa syarat.
Dokumen tersebut dibacakan pada pertemuan mengenai Timur Tengah yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.
Guterres mencatat bahwa pembicaraan dengan Mesir, Qatar, dan AS untuk mencapai kesepakatan guna membebaskan para sandera dan mencapai gencatan senjata terus berlanjut dengan beberapa kemajuan yang dilaporkan.
“Para pihak harus mencapai kesepakatan seperti itu sekarang. Situasi kemanusiaan di Gaza merupakan noda moral bagi kita semua,” kata Sekjen PBB.
Ia memperingatkan bahwa sistem dukungan kemanusiaan di Gaza hampir runtuh dan ketertiban umum telah hancur total.
Beralih ke Tepi Barat, Sekjen PBB mengatakan bahwa wilayah Al-Quds (Yerusalem) bagian timur menghadapi kondisi yang berbahaya.
“Tingkat kekerasan masih tinggi – termasuk yang dilakukan oleh pasukan keamanan Israel, pemukim, dan kelompok bersenjata Palestina,” kata Guterres.
Ia juga mendesak diakhirinya konflik dan solusi untuk mengakhiri pendudukan Israel.
“Perang yang mengerikan ini harus diakhiri,” kata Guterres. “Kita harus kembali fokus untuk menemukan solusi politik yang akan mengakhiri pendudukan dan menyelesaikan konflik sesuai dengan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan”.
Mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang berkelanjutan di Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023.
Hampir 38.800 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 89.100 terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Sembilan bulan lebih sejak serangan Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur di tengah blokade yang melumpuhkan terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








