Ethiopia menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk yang pernah terjadi dalam beberapa dekade. Pada kunjungan tingkat tinggi bersama ke Ethiopia, Education Cannot Wait (ECW) dan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia mencatat kebutuhan pendidikan di daerah-daerah yang terkena dampak semakin parah dan melumpuhkan anak-anak akibat konflik, perubahan iklim, malnutrisi, dan pengungsian. Akibatnya, jumlah anak putus sekolah di Ethiopia melonjak dari 3,1 juta menjadi 3,6 juta hanya dalam enam bulan terakhir, menurut UNICEF.
Konflik baru-baru ini di wilayah Afar, Amhara, dan Tigray telah membuat banyak keluarga pergi mengungsi dari rumah mereka. Kekerasan yang sedang berlangsung di beberapa bagian Oromia juga menyebabkan pengungsian warga sipil lebih lanjut. Kekeringan terburuk dalam lebih dari empat dekade telah memperburuk keadaan dengan 24,1 juta orang terkena dampaknya, termasuk 12,6 juta anak-anak. Di seluruh negeri, 20 juta orang membutuhkan bantuan pangan, menurut Program Pangan Dunia (WFP).
Education Cannot Wait (ECW) menyediakan dana global PBB untuk pendidikan dalam keadaan darurat dan krisis berkepanjangan yang hingga saat ini telah menyediakan US$55 juta dalam investasi pendanaan pendidikan di Ethiopia. Dalam kemitraan dengan UNHCR, UNICEF, Save the Children, dan mitra lokal dalam mendukung Pemerintah Ethiopia, terdapat upaya berkelanjutan untuk membangun sekolah, menyediakan makanan sekolah, dan memastikan anak perempuan dan laki-laki yang terkena dampak berbagai krisis di negara tersebut menerima dukungan pendidikan holistik. Inisiatif inovatif seperti klub gender, klub lingkungan, dukungan psikososial, dan ‘sekolah kilat’ yang membantu anak-anak mengejar ketertinggalan setelah lama tidak belajar, juga memberikan hasil yang kuat.
Di seluruh dunia, sebanyak 222 juta anak dan remaja yang terkena dampak krisis membutuhkan dukungan pendidikan yang mendesak. Konferensi Pembiayaan Tingkat Tinggi ECW akan berlangsung di Jenewa pada 16 dan 17 Februari 2023. Konferensi tersebut turut mengundang donor pemerintah, sektor swasta, yayasan, dan individu berpenghasilan tinggi untuk mengubah komitmen menjadi tindakan dengan memberikan kontribusi pendanaan substantif kepada ECW untuk mewujudkan #222MillionDreams.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini







