PBB melalui Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengecam perintah militer Israel yang memerintahkan warga dan pengungsi di wilayah Deir al-Balah, Gaza tengah, untuk segera mengungsi ke selatan. Perintah yang dikeluarkan pada Ahad (21/7) itu disebut sebagai “pukulan mematikan lain” terhadap upaya kemanusiaan di wilayah yang sudah porak-poranda akibat perang.
“OCHA memperingatkan bahwa perintah evakuasi massal ini semakin menghancurkan jalur-jalur kehidupan yang rapuh dan menjadi penopang hidup masyarakat Gaza,” bunyi pernyataan resmi PBB.
Perintah ini dikeluarkan pada pagi hari, menyebabkan puluhan ribu keluarga meninggalkan tempat tinggal mereka dengan membawa barang seadanya. OCHA memperkirakan sekitar 50.000 hingga 80.000 orang berada di area tersebut saat perintah dikeluarkan.
PBB menegaskan bahwa staf kemanusiaannya tetap berada di wilayah Gaza dan telah berbagi koordinat lokasi mereka dengan pihak-pihak terkait. Namun OCHA memperingatkan bahwa semua situs sipil—termasuk klinik, infrastruktur air, dan gudang bantuan—harus dilindungi, dan kerusakan terhadap fasilitas-fasilitas ini akan membawa konsekuensi yang mengancam jiwa.
Sejak awal agresi Israel, hampir seluruh populasi Gaza telah mengungsi akibat perintah evakuasi berulang. Menurut OCHA, sebanyak 87,8 persen wilayah Gaza kini berada di bawah perintah pengosongan atau masuk dalam zona militer Israel. Akibatnya, 2,1 juta penduduk Gaza kini terdesak dalam sisa 12 persen wilayah yang terfragmentasi, dengan layanan dasar yang telah runtuh.
“Perintah ini membatasi kemampuan PBB dan mitra-mitra kami untuk bergerak dengan aman dan efektif di Gaza, sekaligus mencekik akses kemanusiaan pada saat paling dibutuhkan,” ujar OCHA.
Di saat yang sama, Israel juga mencabut izin tinggal Kepala Kantor OCHA di Israel, Jonathan Whittall, yang dikenal lantang mengkritik kondisi kemanusiaan di Gaza.
Hingga saat ini, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 58.895 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar merupakan warga sipil.
Sumber:
https://www.arabnews.com/node/2608830/middle-east
https://www.newarab.com/news/un-israeli-evacuation-order-central-gaza-hampers-aid-efforts








