Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin memperingatkan bahwa para ibu di Jalur Gaza tengah menghadapi krisis kesehatan yang semakin parah, ditambah dengan kelangkaan bahan bakar dan pasokan medis yang kritis, akibat terus berlanjutnya blokade Israel terhadap akses kemanusiaan.
Juru Bicara PBB, Farhan Haq, menyampaikan bahwa menurut Dana Kependudukan PBB (UNFPA), ibu hamil di Gaza menjalani hidup dalam kondisi kekurangan pangan yang ekstrem. “Semakin banyak ibu yang menderita kekurangan gizi, dan satu dari tiga ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi pada saat setengah dari obat-obatan penting untuk kesehatan ibu tidak lagi tersedia,” ungkapnya dalam konferensi pers.
Haq juga menyoroti stok bahan bakar, khususnya solar, yang telah mencapai tingkat kritis, di Gaza bagian selatan yang sangat dibutuhkan untuk mengoperasikan peralatan medis dan sistem penyediaan air. Ia menyatakan bahwa upaya PBB untuk mengambil pasokan bahan bakar dari Rafah kembali ditolak oleh otoritas Israel.
Mengutip Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Haq memperingatkan bahwa aktivitas kemanusiaan, komunikasi, dan perbankan bisa segera terhenti kecuali pasokan bahan bakar dilanjutkan atau PBB diizinkan mengambil stok yang tersedia di Gaza melalui koordinasi dengan pihak Israel.
Ia juga melaporkan bahwa pada hari yang sama, Israel menolak tujuh dari 17 permintaan koordinasi dari PBB, termasuk misi penting seperti pengangkutan air dan pengelolaan sampah.
Selama lebih dari 100 hari, Israel juga melarang masuknya bahan-bahan untuk pembangunan tempat tinggal, padahal kebutuhan akan tempat berlindung semakin meningkat akibat pengungsian dan kepadatan penduduk yang ekstrem. Haq menegaskan bahwa bahan-bahan ini perlu terus diperbarui karena cepat rusak atau terpaksa ditinggalkan saat warga kembali mengungsi.
Sementara itu, Israel terus menolak seruan internasional untuk gencatan senjata dan melanjutkan ofensif brutalnya terhadap Gaza sejak Oktober 2023, yang telah membunuh lebih dari 55.000 warga Palestina—sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresinya terhadap wilayah tersebut.
Sumber:
https://www.#/20250616-un-says-1-in-3-expectant-mothers-in-gaza-faces-high-risk-pregnancy-amid-medical-shortages/
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/un-says-1-in-3-expectant-mothers-in-gaza-faces-high-risk-pregnancy-amid-medical-shortages/3600919








