PBB pada hari Rabu (17/3) menekankan perlunya perubahan signifikan dalam kondisi operasi di Jalur Gaza, Tepi Barat yang dijajah, dan Al-Quds (Yerusalem) untuk mengajukan permohonan dana sebesar $2,8 miliar guna memenuhi kebutuhan 3,3 juta penduduk, lapor Anadolu Agency.
“Organisasi kemanusiaan harus memiliki akses yang aman dan berkelanjutan terhadap semua orang yang membutuhkan di Jalur Gaza dan Tepi Barat,” kata Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric pada konferensi pers.
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan permohonan bantuan senilai $2,8 miliar pada Rabu pagi untuk memenuhi kebutuhan 3,3 juta orang Palestina.
Dujarric menekankan perlunya “lebih banyak jalur masuk dan pasokan melalui darat ke Gaza, termasuk dari utara, serta peningkatan pemanfaatan Pelabuhan Ashdod.”
Dia juga menyerukan pengurangan hambatan terhadap gerakan kemanusiaan di Gaza dan menekankan perlunya membawa barang-barang kemanusiaan yang penting, seperti peralatan komunikasi dan alat pelindung diri untuk staf PBB.
Menyoroti pentingnya visa dan izin bagi pekerja bantuan, Dujarric mengatakan “pendanaan yang tepat waktu dan fleksibel” diperlukan untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang efektif kepada mereka yang membutuhkan.
Ketika ditanya tentang laporan kekerasan pemukim ilegal Israel terhadap warga Palestina dan militer Israel yang terlibat dalam insiden tersebut, Dujarric mengatakan, “Meningkatnya kekerasan di Tepi Barat adalah sesuatu yang telah kita lihat bukan hanya sejak 7 Oktober namun juga sebelumnya.”
Ia menekankan bahwa masalah tersebut sudah sangat mengkhawatirkan. “Penargetan dan pembunuhan warga sipil harus dikutuk dan perlu diselidiki sepenuhnya,” kata Dujarric.
Dia menambahkan bahwa Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada Kamis (18/4) akan berbicara pada pengarahan rutin bulanan Timur Tengah mengenai situasi di kawasan, termasuk di Tepi Barat.
Ketegangan meningkat di Tepi Barat yang dijajah di tengah serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Setidaknya 468 warga Palestina telah terbunuh oleh tembakan tentara Israel di Tepi Barat, menurut Kementerian Kesehatan.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








