• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

PBB Masukkan Rusia dalam Daftar Hitam karena Membunuh Anak-Anak, Bagaimana dengan Israel?

by Adara Relief International
Juli 3, 2023
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
PBB Masukkan Rusia dalam Daftar Hitam karena Membunuh Anak-Anak, Bagaimana dengan Israel?
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Mohammad al-Tamimi kecil pasti sangat senang hari itu. Senja pada tanggal 2 Juni 2023 perlahan-lahan memasuki malam ketika balita berusia dua setengah tahun, dengan rambut coklat muda tersebut, masuk ke mobil ayahnya yang diparkir di luar rumah mereka di Desa Nabi Saleh, sebuah desa di barat laut Ramallah di Tepi Barat. 

Haitham al-Tamimi, sang ayah, beserta Mohammad hendak pergi ke pesta ulang tahun seorang keponakan. Camilan manis, kumpul keluarga, dan kebahagiaan sudah terbayang di benak mereka. Akan tetapi, beberapa saat kemudian, mobil itu diserbu peluru yang ditembakkan oleh tentara Israel di pos pemeriksaan. Ibu Mohammad, Marwa, bergegas keluar rumah. “Suami saya mencoba mengemudikan mobil untuk menjauh dari arah tembakan,” katanya. Dengan kondisi panik, Haitham yang terluka berteriak memanggil putranya yang ditembak di bagian kepala: “Hamoudi, Hamoudi.” Mohammad segera dibawa ke rumah sakit Tel Aviv, namun empat hari kemudian dia meninggal. “Saya yakin dia dibunuh. Jelas karena saya lihat kepalanya berdarah,” kenang Marwa.

Pada awalnya, bisa ditebak, pejabat Israel menyalahkan Palestina atas peristiwa tersebut. Kemudian, alibi mereka bergeser menjadi “tidak jelas” siapa yang bertanggung jawab. Sebuah “penyelidikan” kemudian dibuka dan akhirnya dikeluarkan sebuah pengakuan: seorang tentara Israel telah menembak ayah dan anak itu, mengatakan bahwa pembunuhan Mohammad al-Tamimi adalah sebuah “kesalahan”, kata seorang pejabat Israel. 

“Kesalahan” itu sebagaimana daftar “kesalahan” mematikan lain yang berulang kali dilakukan tentara Israel, hanya akan berhenti dalam daftar. Pria bersenjata yang menembakkan peluru ke tengkorak Mohammad al-Tamimi tidak akan dihukum karena membunuh seorang anak.

Dua puluh tujuh anak Palestina di Gaza dan Tepi Barat telah dibunuh oleh pasukan Israel tahun ini. Mohammad al-Tamimi adalah yang termuda. Pada tahun 2022, 42 anak Palestina tewas dan 933 terluka oleh militer Israel. Pada 2021, pasukan Israel membunuh 78 anak Palestina dan melukai 982 lainnya. Di antara anak-anak yang masih hidup, empat dari lima anak Palestina di Jalur Gaza menderita depresi kronis, kecemasan dan ketakutan yang disebabkan oleh blokade Israel selama 16 tahun di wilayah itu. Dengan ukuran manusiawi apa pun, angka-angka itu adalah cerminan memalukan dari catatan panjang Israel tentang pembunuhan dan penindasan anak-anak Palestina, baik secara fisik maupun psikis.

Meskipun akurat, “memalukan” bukanlah kata yang digunakan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menggambarkan kengerian atas apa yang terjadi pada Mohammad al-Tamimi dan anak-anak Palestina lainnya yang telah disiksa dan dibunuh oleh tentara Israel dari tahun ke tahun. Kemunafikan itu menjadi jelas minggu lalu ketika Guterres memilih untuk tidak memasukkan Israel dalam daftar hitam “pihak dalam konflik bersenjata yang melakukan pelanggaran berat terhadap anak”.

Pada saat yang sama, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres justru menambahkan pasukan militer Rusia ke dalam “daftar hitam” tahunannya terhadap pihak-pihak dalam konflik bersenjata yang melakukan pelanggaran berat terhadap anak-anak, tapi di sisi lain menghilangkan Israel yang harusnya masuk dalam daftar.

“Baginya, anak-anak Palestina tidak berarti apa-apa dibandingkan yang lain,” kata Jo Becker, Direktur Advokasi Human Rights Watch, Divisi Hak Anak, mengomentari sikap Guterres.

“Penghapusan Israel dari daftar hitam sangat merugikan anak-anak Palestina. Laporan Sekjen PBB menemukan bahwa Israel bertanggung jawab atas 975 korban anak dan 110 serangan di sekolah dan rumah sakit pada 2022. PBB  juga telah menghubungkan lebih dari 6.700 korban anak Palestina sepanjang 2015–2020. Namun, Sekjen tidak pernah memasukkan Israel dalam daftarnya, dia memasukkan pasukan atau kelompok lain yang bertanggung jawab atas pelanggaran yang jauh lebih sedikit,” terang Becker.

Becker menegaskan bahwa keengganan Guterres dalam meminta pertanggungjawaban Israel dapat mendorong Israel untuk terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap anak Palestina.

Baca Juga

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Sumber: 

https://english.wafa.ps

https://www.aljazeera.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: AnakPalestinaSeranganUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Bagaimana Israel Menguji Kecerdasan Buatan (AI) dalam Serangan terhadap Palestina

Next Post

Potret Kebahagiaan Hari Raya Iduladha di Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
18

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
16
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
16
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
16
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
16
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
Potret Kebahagiaan Hari Raya Iduladha di Palestina

Potret Kebahagiaan Hari Raya Iduladha di Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630