Penjabat Kepala Hak Asasi Manusia PBB, pada Senin (12/9), mengatakan dia khawatir para pembela hak asasi manusia di wilayah Palestina menjadi target Israel. Nada al-Nashif membuka sesi ke-51 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, yang berlangsung dari 12 September hingga 7 Oktober.
“Saya khawatir dengan adanya penargetan terhadap para pembela hak asasi manusia di wilayah Palestina, termasuk perintah penutupan yang tampaknya sewenang-wenang terhadap tujuh organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan Palestina di Ramallah pada 18 Agustus,” katanya. Al-Nashif mengatakan para pembela hak itu telah menghadapi ancaman penangkapan karena melakukan pekerjaan mereka.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyampaikan kekhawatirannya karena Israel belum memperbarui visa untuk staf internasional OHCHR di kantor Palestina, sebagai bagian untuk membatasi keterlibatan pegiat hak asasi manusia di wilayah Palestina yang terjajah.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








