Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (24/6) melaporkan bahwa otoritas Israel menolak separuh dari permintaan pergerakan bantuan kemanusiaan yang telah dikoordinasikan di Jalur Gaza selama akhir pekan, sehingga sangat menghambat operasi kemanusiaan yang krusial.
“Pada Sabtu dan Ahad, kami bersama mitra berupaya mengoordinasikan 16 pergerakan bantuan kemanusiaan. Namun, separuhnya langsung ditolak, sehingga menghambat pengiriman air dan bahan bakar, layanan nutrisi, serta evakuasi jenazah,” ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers.
Dujarric menambahkan bahwa Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) masih menghadapi tantangan besar dalam mengakses wilayah, terutama untuk pengiriman bahan bakar ke wilayah utara Gaza. Ia menegaskan bahwa otoritas Israel perlu memfasilitasi pergerakan bahan bakar dalam jumlah yang memadai ke seluruh wilayah Gaza.
Selain itu, perintah pengungsian juga terus diberlakukan di berbagai bagian wilayah tersebut. “Hari ini, otoritas Israel kembali mengeluarkan perintah pengungsian untuk dua lingkungan di Khan Younis, termasuk dua rumah sakit yakni Rumah Sakit Al Amal dan Rumah Sakit Nasser,” jelas Dujarric.
Meskipun pejabat Israel menyatakan bahwa rumah sakit tidak diwajibkan untuk dievakuasi, OCHA menyebut bahwa penetapan status baru tersebut tetap menghambat akses ke fasilitas-fasilitas penting, baik bagi pasien yang membutuhkan perawatan maupun tenaga medis yang bertugas merawat mereka.
Sumber:
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/israel-denied-half-of-aid-movement-requests-in-gaza-over-weekend-un/3610281
https://www.#/20250623-israel-denied-half-of-aid-movement-requests-in-gaza-over-weekend-un/







