Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa operasi kemanusiaan di Jalur Gaza tetap berlangsung meskipun menghadapi berbagai hambatan setiap hari. Pernyataan ini disampaikan di tengah dampak badai yang merusak ribuan tempat penampungan serta dikeluarkannya perintah evakuasi baru oleh Israel di wilayah Khan Younis.
Juru bicara PBB, Farhan Haq, mengutip Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebut bahwa PBB dan mitra-mitranya terus memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, meski kecepatan dan skala operasi kemanusiaan terhambat secara signifikan. Badai yang melanda pekan lalu dilaporkan berdampak pada sekitar 80 lokasi pengungsian di seluruh Gaza, dengan sedikitnya 4.000 tempat tinggal keluarga mengalami kerusakan atau hancur. Lebih dari 660 keluarga telah menerima bantuan darurat berupa pangan, tenda, dan terpal.
Haq menegaskan adanya kebutuhan mendesak akan solusi tempat tinggal yang berkelanjutan, termasuk perbaikan rumah yang rusak, pembersihan puing-puing untuk membuka lahan baru, serta pemulihan sistem air dan sanitasi.
Selain itu, militer Israel dilaporkan menyebarkan selebaran di wilayah Bani Suheila dan Khan Younis bagian timur yang memerintahkan warga untuk segera mengungsi. OCHA memperkirakan lebih dari 400 keluarga masih berada di area tersebut.
PBB kembali menegaskan bahwa warga sipil harus selalu dilindungi, diberi akses untuk mengungsi dengan aman, serta memiliki hak untuk kembali ke tempat tinggal mereka ketika kondisi memungkinkan.
Sumber:
MEMO, Anadolu Agency
![Warga Palestina yang mengungsi berjuang untuk menjalani kehidupan sehari-hari di tengah reruntuhan saat serangan Israel terus berlanjut, sementara warga Palestina kekurangan kebutuhan pokok, di tenda-tenda darurat yang didirikan di dekat rumah mereka yang hancur selama cuaca dingin pada 18 Januari 2026, di Jabalia, Jalur Gaza. [Saeed MMT Jaras – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20260118-40290650-40290631-ISRAELI_ATTACKS_CONTINUE_IN_GAZA_STRIP-scaled-e1768940934674-750x375.webp)
![ruk-truk bantuan yang bermuatan pasokan kemanusiaan masih terhenti di Pos Perbatasan Rafah di sisi Mesir karena serangan Israel dan penutupan perbatasan, pengiriman bantuan terbatas dan tertunda di Rafah, Mesir pada 6 Agustus 2025. [Mohamed Elshahed – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2026/01/AA-20250806-38760765-38760738-HUMANITARIAN_AID_TRUCKS_AWAIT_BORDER_CROSSING_IN_RAFAH-1-120x86.webp)




