Laporan yang dikeluarkan oleh Program Pembangunan PBB (UNDP) dan Komite Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (ESCWA) pada Rabu (1/5) mengungkapkan bahwa sekitar 5% populasi Jalur Gaza telah terbunuh atau terluka oleh pasukan Israel sejak 7 Oktober. Laporan juga mengindikasikan bahwa tingkat kemiskinan di Gaza akan mencapai 61% jika serangan Israel saat ini berlanjut hingga sembilan bulan. Menurut laporan tersebut, pengangguran di wilayah Palestina (Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur) telah meningkat menjadi 46% sejak awal perang pada bulan Oktober.
Menurut laporan tersebut, pembangunan manusia di Palestina mengalami kemunduran selama 17 tahun akibat perang. Selain itu, perang yang berlanjut akan menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang besar terhadap rakyat Palestina, sehingga gencatan senjata diperlukan untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza dan membangun kembali perekonomian serta infrastruktur yang hancur.
Menurut kantor media pemerintah Gaza, setidaknya 70% unit rumah di Jalur Gaza telah hancur atau rusak sejak 7 Oktober. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pekan lalu bahwa Israel telah “menghancurkan secara sistematis” sektor kesehatan Gaza.
Sejak 7 Oktober, 30 dari 34 rumah sakit yang beroperasi di Gaza telah hancur atau tidak dapat digunakan lagi. Sementara itu, menurut Kementerian Pendidikan Palestina, semua universitas di Gaza telah dihancurkan oleh pasukan Israel, dan 212 sekolah telah dihancurkan atau dirusak,
Sumber: https://mondoweiss.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








