Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (26/8) melaporkan bahwa lebih dari 36.000 warga Gaza telah mengungsi sejak Israel melancarkan serangan terbaru di Kota Gaza pada pertengahan Agustus.
“Warga terus mengungsi karena takut kehilangan nyawa. Mereka mencari perlindungan di mana pun mereka bisa,” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengutip data dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Sejak 14 Agustus, ketika operasi militer diumumkan, tercatat lebih dari 36.200 warga yang mengungsi, termasuk sekitar 11.600 yang bergerak dari utara ke selatan Jalur Gaza. Antara 24–25 Agustus saja, lebih dari 2.000 orang dilaporkan mengungsi. Mayoritas berasal dari lingkungan di Kota Gaza, dengan lebih dari dua pertiga menuju Deir al-Balah dan hampir sepertiga ke Khan Younis.
Pada saat yang sama, Dujarric menegaskan bahwa serangan udara dan artileri Israel di seluruh Jalur Gaza terus menimbulkan dampak yang menghancurkan bagi warga sipil. Militer Israel bahkan mengeluarkan perintah pengungsian baru yang mencakup sekitar satu kilometer persegi di kawasan Ad Daraj dan Ash Sheikh Radwan, Kota Gaza.
Operasi bantuan kemanusiaan juga masih terhambat ketat oleh otoritas Israel. Dari 12 misi bantuan yang direncanakan dan membutuhkan koordinasi, hanya enam yang berhasil dilaksanakan, tiga terhambat, dua dibatalkan, dan satu misi perbaikan jalan di Khan Younis ditolak sepenuhnya.
Sumber:
Anadolu Agency, MEE







