Pada Selasa (15/3), pasukan pendudukan Israel menyerbu dan menghancurkan rumah perempuan Al-Quds, Aida Sidawi, di Kota Tua Al-Quds yang diduduki. Dia terkejut dengan panggilan telepon dari polisi pendudukan yang memintanya untuk datang ke pusat interogasi Qishla, setelah rumahnya di Bab al-Hadid di Kota Tua, digerebek pasukan pendudukan sementara pihaknya tidak ada di sana.
Sidawi menambahkan bahwa suaminya meneleponnya saat dia mengunjungi keluarganya di kota Hebron, di Tepi Barat selatan, memberitahu bahwa intelijen pendudukan masuk ke rumah, menggeledah, dan menghancurkan isinya. Dilaporkan bahwa rumahnya pernah dibobol beberapa kali oleh tentara pendudukan. Pendudukan juga menargetkan pengusirannya dari Masjid Al-Aqsa selama beberapa tahun.
Pada waktu lain, tepatnya pada Minggu (13/3), polisi pendudukan menangkap Jamil al-Abbasi dari Silwan dan menginterogasinya selama beberapa jam. Ia dibebaskan setelah diberi perintah untuk pergi dari Masjid Al-Aqsa. Polisi pendudukan memintanya untuk kembali dua pekan mendatang untuk menerima keputusan deportasi dalam jangka waktu 6 bulan. Polisi pendudukan menangkapnya ketika dia meninggalkan Bab Hatta setelah melakukan sholat subuh di Masjid Al-Aqsa.
Sumber :
https://www.palinfo.com/news/2022/3/15/الاحتلال–يستدعي–المرابطة–المقدسية–عايدة–الصيداوي
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







