Serangan intensif pasukan Israel di Gaza utara telah menargetkan infrastruktur kesehatan dan wilayah sipil. Situasi Rumah Sakit Kamal Adwan yang menjadi target pengepungan semakin parah. Selama dua hari pengepungan, seluruh staf medis di rumah sakit tersebut ditahan, sementara bangunan-bangunan di sekitarnya hancur akibat serangan yang terus menerus. Israel dilaporkan menggunakan taktik blokade, kelaparan, serta penghancuran fasilitas penting di wilayah itu.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, pasukan Israel mundur dari rumah sakit setelah melakukan serangan yang mengakibatkan banyak bangunan di sekitarnya terbakar atau rusak parah. Seluruh staf medis laki-laki di rumah sakit diculik, sementara sejumlah perempuan yang ada di sana bertahan tanpa akses makanan dan air. Serangan tersebut turut membunuh putra Dr. Hussam Abu Safiyya, direktur rumah sakit, yang menolak meninggalkan fasilitas tersebut meskipun ada ancaman dari pihak Israel.
Dr. Abu Safiyya yang memilih tetap bertahan di rumah sakit, mengadakan salat jenazah yang khidmat bagi putranya, Ibrahim, dalam sebuah momen duka dan perlawanan yang menyentuh. Pasukan Israel dilaporkan memaksa staf laki-laki untuk menjalani pemeriksaan, sementara para perempuan dibebaskan menuju Kota Gaza. Pejabat kesehatan Palestina mengungkapkan kekhawatiran bahwa pemisahan dan penahanan paksa ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.
Situasi ini diperparah dengan laporan dari Pertahanan Sipil Gaza yang menyatakan ketidakmampuan mereka dalam merespons warga yang memerlukan bantuan di daerah Jabalia dan Nazla akibat blokade dan serangan yang terus terjadi. Kementerian kesehatan, pertahanan sipil, serta kelompok kemanusiaan telah menyerukan intervensi internasional untuk menghentikan serangan yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan menghancurkan fasilitas esensial.
Organisasi internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyampaikan kekhawatiran setelah kehilangan kontak dengan Rumah Sakit Kamal Adwan. Para pejabat menuntut agar pasukan Israel segera menarik diri, membuka akses bantuan bagi pasien dan staf, serta menyediakan pasokan penting untuk rumah sakit yang terdampak.
Seruan mendesak untuk intervensi global terus menguat di tengah blokade yang melumpuhkan Gaza, penghancuran infrastruktur, dan meningkatnya jumlah korban sipil.
Sumber:
https://qudsnen.co
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








