Pada Selasa (6/12), pasukan pendudukan Israel menangkap tiga gadis dan seorang pemuda dari halaman Masjid Al-Aqsa. Saksi mata mengatakan kepada kantor berita Safa, “Sekelompok polisi menyerang seorang pemuda di depan Gerbang Al-Qattanin di Masjid Al-Aqsa. Mereka mendorongnya ke tanah dan menyerangnya secara brutal sebelum menangkapnya, bertepatan dengan penyerbuan para pemukim.” Saksi menjelaskan bahwa polisi menangkap pemuda tersebut setelah menuduhnya menyerang seorang pemukim di halaman masjid.
Pada hari yang sama, pasukan pendudukan juga menangkap tiga gadis dari halaman Masjid Al-Aqsa, dengan dalih mengibarkan bendera Palestina di dalam masjid. Pasukan membawa mereka melalui Gerbang Singa, kemudian memindahkan mereka ke kantor polisi Al-Qashla di Kota Tua Al-Quds. Para gadis tersebut adalah: Shaima Rawajba, Rand Johari, dan Hanin Dabbous, dari Nablus, Tepi Barat bagian utara.
Pada Rabu (7/12), pasukan pendudukan Israel memberikan pemberitahuan panggilan kepada Hanadi al-Halawani, seorang warga Al-Quds yang merupakan Murabithah di Al-Aqsa. Sumber lokal melaporkan bahwa pasukan pendudukan menyerbu rumah al-Halawani yang terletak di Wadi al-Joz, Al-Quds, kemudian membawanya untuk diinterogasi. Murabithah al-Halawani telah menjadi sasaran deportasi dari Masjid Al-Aqsa selama beberapa tahun, juga telah ditangkap berkali-kali, dilarang bepergian, dan ditolak asuransi kesehatannya.
Otoritas pendudukan terus menargetkan para penjaga di Masjid Al-Aqsa, dengan menyerbu dan menggeledah rumah mereka, memberi mereka panggilan untuk penyelidikan, atau larangan bepergian, juga mendeportasi mereka dari masjid untuk periode yang berbeda-beda.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








