Pasukan Pendudukan Israel (IOF) menyerbu beberapa kota Palestina di Al-Quds (Yerusalem) pada hari Minggu (23/7), dan mengeluarkan perintah pembongkaran bangunan di kota Silwan, selatan Masjid Al-Aqsa. Menurut sumber lokal, pasukan Israel memerintahkan penghancuran rumah Ya’qub Al-Rajabi di lingkungan Batn Al-Hawa di Silwan, menuduh rumah itu dibangun tanpa izin yang diperlukan.
Sumber menambahkan bahwa pasukan pendudukan juga mengirimkan perintah pembongkaran untuk beberapa toko komersial di lingkungan Ain Al-Louza milik keluarga Al-Abbasi, serta pemberitahuan pembongkaran untuk rumah-rumah Palestina di kota Al-‘Issawiya, timur laut Yerusalem. Tentara Israel terlihat memotret berbagai bangunan Palestina di lingkungan Ain Al-Louza sebagai awal untuk mengeluarkan perintah pembongkaran.
Lebih lanjut dicatat bahwa sejumlah besar pasukan Israel menyerbu kota Al-‘Issawiya dan pinggiran Al-Bireh, utara kota, untuk memasang tembok logam di atas bagian tembok apartheid di wilayah timur laut Yerusalem. Dalam konteks terkait, pasukan militer Israel secara besar-besaran menyerang kamp pengungsi Shuafat dan melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah dengan dalih mencari senjata. Mereka juga menyita kios milik pedagang kaki lima di dekat pos pemeriksaan militer “Shuafat”.
Pasukan Israel telah menggunakan dalih pembangunan tanpa izin untuk menghancurkan rumah-rumah Palestina, sementara pada saat yang sama, mereka secara konsisten menolak izin yang diperlukan keluarga Palestina untuk konstruksi legal. Praktik diskriminatif ini telah menyebabkan sejumlah besar penghancuran di kota-kota dan desa-desa Palestina, menyebabkan keluarga-keluarga mengungsi dan rumah-rumah hancur, yang semakin memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di wilayah-wilayah pendudukan.
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, dari awal tahun 2023 hingga 4 Juli, 525 serangan oleh para pemukim telah didokumentasikan, mengakibatkan 137 orang terluka di kalangan warga Palestina dan 388 serangan menyebabkan kerusakan pada properti Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








