Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) mengatakan pada Jumat (16/6) pihaknya telah melanjutkan pengiriman layanan di Tepi Barat setelah melakukan pemogokan selama berbulan-bulan yang memengaruhi ribuan orang, lapor Reuters.
“Kami lega UNRWA sekarang dapat memulai kembali memberikan layanan kepada komunitas pengungsi di Tepi Barat,” tegas Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal UNRWA. Lazzarini menyatakan bahwa pemogokan yang dimulai pada bulan Maret karena perselisihan kerja dengan Serikat Staf Tepi Barat tersebut “telah sangat memengaruhi pengungsi Palestina”.
Mereka menyampaikan bahwa melanjutkan pendidikan dan layanan kesehatan adalah prioritas utama. “Prioritas utama kami saat ini adalah membuka kembali 90 sekolah UNRWA, sehingga lebih dari 40.000 anak yang hampir kehilangan satu tahun sekolah dan berisiko putus sekolah, dapat mulai mengejar ketertinggalan pendidikan dan naik ke level berikutnya,” jelas Lazzarini.
UNRWA didirikan pada 1949 setelah Nakba 1948. Badan ini menyediakan layanan publik, termasuk sekolah, layanan kesehatan primer, dan bantuan kemanusiaan di Gaza, Tepi Barat, Yordania, Suriah, dan Lebanon.
Pada Januari, UNRWA meminta pendanaan sebesar $1,6 miliar setelah ketuanya memperingatkan bahwa mereka tengah berjuang untuk memenuhi mandatnya karena biaya yang melonjak dan sumber daya yang menyusut. Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal UNRWA, mengatakan pada bulan lalu bahwa kontribusi yang diterima oleh Badan tersebut akan menurun secara signifikan tahun ini.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








