Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,9 melanda wilayah Mentawai, Sumatera Barat, pada Selasa (2/4) pukul 03.00 WIB. Menurut hasil analisis BMKG yang disampaikan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, pusat gempa berada di 177 km barat laut Kepulauan Mentawai pada kedalaman 23 km. BMKG turut melaporkan terjadinya tsunami akibat dari gempa magnitudo 6,9 Mentawai, Sumatera Barat. Tsunami teramati setinggi 11 Cm di Nias Selatan, Sumatera Utara.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa Mentawai M 6,9 ini berpotensi tsunami. Daerah yg berpotensi terdampak tsunami dgn status Waspada di Nias Selatan, Pulau Tanahbala. Berdasarkan hasil pengamatan tinggi muka laut, tercatat ketinggian tsunami di Tanahbala dgn ketinggian 11 Cm,” tulis Daryono melalui akun resminya, Selasa (25/4).
Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan usai gempa magnitudo 6,9 Mentawai 25 April 2023. Tercatat sebanyak 7 gempa susulan dengan magnitudo 4,6. “Hingga pukul 04.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 7 (tujuh) aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 4,6″ tulis Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap dua rumah warga di Mentawai dan Nias Selatan, Sumatera Utara, rusak akibat gempa Magnitudo 6,9. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari merinci, berdasarkan laporan per Selasa (25/4) pukul 17.35 WIB, dua rumah rusak itu ada di di Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan di Desa Hili Anombase, Kecamatan Hibala, Kabupaten Nias Selatan. “Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat gempa bumi yang terjadi pada Selasa dini hari (25/4), pukul 03.00 WIB,” ujarnya.
Sementara itu, pasca gempa tersebut, sebagian warga di sejumlah desa masih mengungsi. Di antaranya adalah warga Desa Sigapona, Siberut Barat,.dan Desa Sikabaluan, Siberut Utara. Abdul mengatakan BPBD di beberapa daerah masih terus melakukan pemantauan dan pendataan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








