Para pemimpin Gereja Ortodoks Yunani Palestina pada Rabu (30/3) mengecam pengambilalihan properti gereja di Al-Quds Timur yang diduduki oleh ekstremis Israel, seraya menyoroti “ancaman kerusakan dan kepunahan” warisan budaya. Properti yang dimaksud adalah hostel Al-Quds yang dioperasikan oleh warga Palestina. Pada Minggu (27/3) sebuah organisasi pemukim terkenal, Ateret Cohanim, masuk ke hostel serta toko penukaran uang di dekatnya. Pemukim ekstremis menerima perlindungan polisi Israel meskipun tidak memiliki pemberitahuan penggusuran.
Ateret Cohanim menginginkan keberadaan mayoritas Yahudi di Kota Tua yang diduduki dan di lingkungan Arab di Al-Quds Timur, untuk kemudian upaya “Yahudinisasi” Al-Quds Timur ini dapat mencapai supremasi Yahudi, yang merupakan bentuk pembersihan etnis. Ateret Cohanim melakukan ini dengan membeli properti melalui perusahaan kemudian memindahkan pemukim Yahudi ke dalamnya.
Hostel tersebut berada di Kota Tua, yang direbut Israel pada 1967 yang kemudian dicaplok dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional. Hukum Israel mengizinkan warga Yahudi untuk merampas properti di wilayah Al-Quds Timur. Praktik ini dikutip oleh kelompok hak asasi manusia sebagai contoh salah satu dari banyak praktik apartheid di negara pendudukan.
Sumber :
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







