• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Palestina Peringati Nakba: “Sejarah Terulang Kembali di Gaza dan Tepi Barat”

by Adara Relief International
Mei 15, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Palestina Peringati Nakba: “Sejarah Terulang Kembali di Gaza dan Tepi Barat”

Kunci tersebut merupakan simbol rumah-rumah yang hilang di wilayah yang sekarang merupakan wilayah Israel yang diharapkan dapat dikembalikan oleh keluarga-keluarga Palestina [Issam Rimawi/Anadolu via Getty]

23
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Warga Palestina pada Rabu (14/5) memperingati Nakba, peristiwa pengusiran massal mereka saat pendirian negara Israel, seraya menyatakan bahwa sejarah kelam tersebut kini terulang di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Puluhan ribu orang telah terbunuh di Gaza, sementara blokade bantuan yang terus berlangsung mengancam wilayah itu dengan kelaparan. Di sisi lain, para pemimpin Israel terus menyuarakan keinginan untuk mengosongkan wilayah tersebut dari penduduk Palestina sebagai bagian dari agresi yang dimulai pada 7 Oktober 2023.

Di Tepi Barat yang telah diduduki sejak tahun 1967, pasukan Israel juga telah menggusur puluhan ribu warga Palestina dari kamp-kamp pengungsi dalam operasi militer besar-besaran.

Tahun ini menandai peringatan ke-77 Nakba — yang berarti “malapetaka” dalam bahasa Arab — merujuk pada pengusiran sekitar 700.000 warga Palestina saat berdirinya Negara Israel pada tahun 1948.

Di Kota Ramallah, Tepi Barat, bendera Palestina dan bendera hitam bertuliskan “kembali” berkibar di sejumlah persimpangan jalan. Anak-anak sekolah diangkut dengan bus menuju pusat kota untuk mengikuti serangkaian acara peringatan yang berlangsung selama sepekan.

Dalam salah satu acara, sejumlah anak laki-laki yang mengenakan syal khas Palestina (kufiyah) tampak melambaikan bendera dan membawa replika kunci berukuran raksasa — simbol rumah-rumah mereka yang telah hilang di wilayah yang kini menjadi bagian dari Israel, dan keyakinan bahwa suatu hari mereka atau keturunan mereka dapat kembali ke sana. Di Gaza sendiri tidak ada acara yang diselenggarakan. Lebih dari 19 bulan agresi dan pengeboman Israel telah membuat warga hidup dalam kehancuran dan keputusasaan.

Moamen al-Sherbini, warga kota Khan Younis di Gaza selatan, mengatakan kepada AFP bahwa ia merasa sejarah sedang berulang.

“Hidup kami di Gaza telah menjadi satu rangkaian panjang Nakba — kehilangan orang-orang tercinta, rumah kami hancur, dan mata pencaharian kami musnah,” ujarnya.

Baca Juga

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Hampir seluruh dari 2,4 juta penduduk Gaza telah mengalami pengungsian sedikitnya satu kali sejak agresi dimulai.

Pada awal Mei, kabinet keamanan Israel menyetujui rencana perluasan ofensif militer di Gaza yang bertujuan untuk “menaklukkan” wilayah tersebut dan menggusur penduduknya secara massal. Langkah ini memicu kecaman internasional.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa pemerintahnya sedang berupaya mencari negara ketiga untuk menampung penduduk Gaza, beberapa bulan setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengusulkan pengusiran warga dan pembangunan ulang wilayah tersebut sebagai destinasi wisata.

Berbicara dari Nuseirat, Gaza tengah, Malak Radwan (36 tahun) mengatakan bahwa “Nakba bukan lagi sekadar kenangan — melainkan kenyataan yang kami jalani setiap hari di Gaza. Rumah saya hancur, kini hanya tumpukan batu, dan kami tidak punya tempat berlindung.”

‘Nakba Baru Setiap Hari’

“Ini adalah hari yang menyedihkan dalam kehidupan para pengungsi Palestina,” kata Nael Nakhleh (52 tahun) di Ramallah, yang keluarganya berasal dari Desa al-Majdal dekat Jaffa, wilayah yang kini menjadi bagian dari Israel.

Para pengungsi Palestina terus menuntut hak untuk kembali ke desa dan kota asal mereka — atau yang ditinggalkan oleh keluarga mereka pada tahun 1948 — yang kini berada dalam wilayah Israel.

Hak untuk kembali tetap menjadi isu utama dalam perundingan damai antara Israel dan Palestina yang telah lama menemui jalan buntu.

Nakhleh, yang tinggal di kamp pengungsi Jalazone dekat Ramallah, menyempatkan diri untuk mengikuti rangkaian peringatan di kota tersebut.

“Meski kenangan ini menyakitkan, kami masih terus hidup dalam Nakba baru setiap harinya, melalui serangan-serangan Israel terhadap kamp-kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat,” ungkapnya.

Militer Israel meluncurkan operasi besar-besaran di Tepi Barat sejak Januari lalu, yang hingga kini masih berlangsung dan telah menyebabkan sedikitnya 38.000 orang terusir, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Operasi ini terutama menyasar kamp-kamp pengungsi di wilayah utara Tepi Barat, termasuk perintah evakuasi oleh tentara dan penghancuran rumah-rumah warga.

Wasel Abu Yusef, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), kepada AFP menyatakan bahwa rakyat Palestina “semakin teguh dalam memperjuangkan hak mereka untuk kembali.”

Sumber:
https://www.newarab.com/news/palestinians-mark-nakba-amid-mass-displacement-gaza-and-west-bank

ShareTweetSendShare
Previous Post

Kurban Kok Kaleng, Emang Boleh?

Next Post

Organisasi Kemanusiaan Baru yang Didukung AS Akan Ambil Alih Distribusi Bantuan di Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
18
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
20
Next Post
Organisasi Kemanusiaan Baru yang Didukung AS Akan Ambil Alih Distribusi Bantuan di Gaza

Organisasi Kemanusiaan Baru yang Didukung AS Akan Ambil Alih Distribusi Bantuan di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630