
“Kegilaan ini tidak boleh berlanjut. Seluruh dunia bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada rakyat kami,” katanya kepada 193 anggota Majelis Umum. Sejak 7 Oktober, militer Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah kantong Palestina yang terkepung, mengusir hampir seluruh penduduknya yang berjumlah 2,3 juta orang dari rumah mereka, menimbulkan kelaparan dan penyakit mematikan, serta menewaskan lebih dari 41.000 orang, menurut otoritas kesehatan Palestina.
Amerika Serikat, Qatar dan Mesir telah mencoba memediasi namun tidak berhasil menengahi gencatan senjata dan pembebasan sandera yang ditawan oleh Hamas. Abbas menyerukan gencatan senjata yang komprehensif dan permanen di Gaza, diakhirinya serangan oleh pemukim Israel di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) bagian timur, pengiriman bantuan kemanusiaan ke seluruh Gaza, dan penarikan penuh militer Israel dari daerah kantong tersebut.
“Kami menolak pembentukan zona penyangga atau mengambil bagian apa pun dari Gaza,” katanya. “Kami tidak akan membiarkan satu sentimeter pun wilayah Gaza diambil.”
“Negara Palestina harus memikul tanggung jawabnya di Jalur Gaza dan memberlakukan mandat dan yurisdiksinya sepenuhnya di sana, termasuk pos pemeriksaan perbatasan, khususnya perbatasan internasional Rafah,” kata Abbas.
Ia mengatakan bahwa Otoritas Palestina, yang dipimpinnya, harus memiliki kendali atas semua wilayah Palestina dan akan menyelenggarakan pemilihan umum setelah perang usai. Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menanggapi pidato Abbas dalam sebuah pernyataan, menuding Abbas hanya berbicara tentang solusi damai ketika dia berada di PBB dan gagal mengutuk serangan 7 Oktober oleh Hamas.
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/149670
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini






