Krisis bencana sejatinya dipicu oleh ketidakseimbangan global dan juga direkayasa oleh pemerintah dan perusahaan yang menempatkan keuntungan pribadi di atas kepentingan manusia dan alam.
Penduduk Palestina yang hidup di bawah kendali apartheid-Israel tidak memiliki kuasa atas tanah dan sumber daya alam mereka, serta sangat rentan terhadap krisis iklim. Perlakuan Israel yang memonopoli sumber daya, ditambah dengan pemanasan global, telah memperburuk “penggurunan”, membuat kelangkaan air dan tanah, dan mendatangkan apartheid iklim.
Perusahaan multinasional seperti AXA dan HSBC yang turut berinvestasi dalam bahan bakar fosil di perusahaan-perusahaan yang mempersenjatai Israel, membiayai permukiman ilegal mereka, serta merampas tanah dan sumber daya Palestina.
Blokade Israel dan serangan mereka terhadap telah Gaza meracuni wilayah tersebut, di antaranya:
limbah telah masuk ke dalam akuifer Gaza dan mengalir ke laut,
97% air di Gaza tidak layak minum. Air yang tercemar adalah penyebab utama kematian anak-anak di Gaza.
Israel melarang penduduk untuk menggunakan 20% wilayah tanah subur Gaza dan menebar herbisida di lahan warga Gaza,
PBB pernah menyatakan bahwa Gaza pada 2020 merupakan kota tidak layak huni.
Sampai saat ini, Israel terus mencuri dan menghancurkan tanah dan air milik Palestina, dengan melakukan:
Merebut dan mengeksploitasi seluruh tanah yang diambil secara ilegal dari rakyat Palestina melalui genosida dan perampasan pada 1948 dan sekitar 60% dari wilayah 1967,
Di OPT, Israel mengonsumsi air enam kali lipat dibanding rakyat Palestina,
Sejak 1967, Israel telah mencabut 800.000 pohon zaitun yang di antaranya telah berusia tua.
Israel melakukan green washes terhadap citra mereka sembari menghancurkan lingkungan, melalui klaim palsu dan rasis bertajuk “Membuat padang pasir berkembang” yang sebetulnya merupakan kamuflase atas penjajahan mereka,
97,7% produksi listrik Israel berasal dari bahan bakar fosil, termasuk gas alam yang didapat secara illegal,
Mengekspor bahan bakar fosil ke Eropa untuk menciptakan ketergantungan yang mereka hasilkan secara illegal,
Membuat pembangkit energi matahari dan angin di wilayah yang mereka dapati secara ilegal, di Palestina dan Suriah yang diduduki,
Perang merupakan pilar dari ekonomi Israel dan merupakan industri paling berpolusi.
Perjuangan rakyat Palestina melawan kolonialisme, rasisme, militerisasi, iklim, serta keadilan dalam sosial dan ekonomi sangat berhubungan. Palestina, sebagaimana negara pada umumnya, menuntut keadilan terhadap iklim yang direkayasa.
Sumber :
https://bdsmovement.net/news/palestine-climate-justice-issue-israeli-apartheid-not-green







