
Setelah gencatan senjata antara Hamas dan Israel berakhir (1/12), banyak warga yang kembali harus meninggalkan rumah mereka akibat serangan Israel. Seorang anak terlihat duduk di sebuah gerobak, bersandar pada barang-barang keluarganya, sementara gerobak yang dinaikinya berjalan menuju ke bagian timur Khan Younis, di Jalur Gaza selatan. (Ibrahim Abu Mustafa/ Reuters)

Serangan Israel di Gaza telah memasuki hari kedua setelah gencatan senjata tujuh hari berakhir. PBB mengatakan pada Sabtu (2/12) bahwa babak baru pertempuran akan memperburuk keadaan darurat kemanusiaan yang ekstrem di Gaza. Di Deir Balah, tank-tank Israel tidak berhenti menembak dan kapal-kapal perang menyerang garis pantai Gaza. [Ali Jadallah/Agensi Anadolu/ Al Jazeera]

Bagian selatan Gaza, termasuk Khan Younis dan Rafah, dihantam oleh pesawat tempur dan artileri Israel pada Sabtu (2/12), meskipun ada ribuan pengungsi Palestina berlindung di sana karena perintah evakuasi dari wilayah utara Gaza pada awal agresi. Warga mengatakan rumah- rumah dihantam dan tiga masjid hancur akibat serangan tyersebut. Sementara itu, pasukan Israel menjatuhkan leaflet, mendesak penduduk untuk meninggalkan wilayah Al-Qarara, Khuza’a, Bani Suheila ,dan Maan, yang berada di Kota Khan Younis. [Abed Zagout/Agensi Anadolu]

Asap dan debu membubung setelah serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan tempat tinggal dan menimbulkan korban jiwa di Tall az-Zaatar, Gaza utara, pada Ahad (3/12). Sejak berakhirnya gencatan senjata, agresi Israel di Gaza semakin meningkat, menyebabkan kematian dan kehancuran di utara hingga ke selatan Gaza. Setidaknya 700 warga Palestina telah terbunuh dalam 24 jam terakhir, menjadikan jumlah syuhada Gaza melewati angka 15.500 jiwa. (Fadi Alwhidi/Anadolu)

Issa Kassissieh, berpakaian seperti Sinterklas, duduk menunggangi unta saat ia mengunjungi kebun zaitun yang menghadap Masjid Kubah Batu di kompleks Al-Aqsa, di Al-Quds. (Ammar Awad/ Reuters)

Warga Palestina berusaha menyelamatkan para penyintas dan mengambil jenazah mereka yang terbunuh dalam serangan Israel pada Selasa (5/12) di Deir Balah, yang menyasar gedung tiga lantai milik keluarga Abu Musbih. Bom menghantam gedung tersebut ketika sekitar 150 orang berada di dalamnya, sebagian besar dari mereka adalah keluarga pengungsi dari wilayah lain di Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 45 orang terbunuh dan sedikitnya 50 lainnya luka-luka. Beberapa korban tewas masih terkubur di bawah reruntuhan. (Abdul Hakim Abu Rish/Al Jazeera)

Seorang bayi duduk di atas tumpukan barang, saat keluarganya bersama warga Palestina lainnya mengungsi (6/12). Mereka meninggalkan rumah akibat serangan Israel untuk berlindung di sebuah kamp di Rafah, selatan Jalur Gaza. (Ibraheem Abu Mustafa/Reuters)
Kamis (7/12), Refaat Alareer terbunuh bersama dengan enam keluarganya dalam serangan di Shajaiya, di Gaza utara. Alareer adalah salah satu pemimpin penulis muda di Gaza yang memilih untuk menulis dalam bahasa Inggris dalam rangka menceritakan kisah mereka dan perlawanan mereka terhadap penjajahan Israel di Jalur Gaza. Dosen sekaligus penyair itu pernah bersumpah untuk “melemparkan pena yang ia miliki ke wajah tentara” sebagai upaya terakhir jika rumahnya diserbu. (CNN, The Guardian, The Electonic Intifada)

Setidaknya 100 pria Palestina ditahan oleh pasukan Israel. Mereka ditelanjangi, ditutup matanya dan disuruh berlutut di sebuah jalan di Gaza utara. Peristiwa yang menuai kecaman luas itu terkuak setelah beredarnya video tak bertanggal yang pertama kali muncul pada Kamis (7/12). Meskipun Israel mengklaim bahwa orang-orang tersebut adalah pejuang Hamas yang menyerah, sejumlah orang telah diidentifikasi sebagai jurnalis, pemilik toko, atau warga sipil lainnya yang mencari perlindungan di sekolah UNRWA di Beit Lahia. (Mondoweiss, Al Jazeera)

Para pengunjuk rasa turun ke jalan pada Jumat (8/12) di beberapa negara Arab untuk menunjukkan dukungan bagi Palestina yang sedang menghadapi agresi militer Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza yang padat penduduk. Di Lebanon, puluhan orang melakukan aksi duduk diam di dekat Kedutaan Besar Perancis di Beirut, memprotes pembunuhan warga sipil di Gaza dan menyerukan gencatan senjata. (Bilal Hussein/AP Photo)

Seorang anggota staf medis yang mengenakan sarung tangan berlumuran darah berdiri di sebuah rumah sakit setelah menangani jenazah warga Palestina yang terbunuh dalam serangan Israel di Kamp Far’a (8/9), di tengah ketegangan yang meningkat di Tubas, Tepi Barat yang dijajah. (Raneen Sawafta/ Reuters)

Puluhan ribu orang yang mengungsi akibat pertempuran telah memadati kota perbatasan Rafah, di ujung selatan Jalur Gaza, dan Muwasi, sebuah wilayah di dekat garis pantai tandus yang dinyatakan Israel sebagai zona aman (9/12). Dengan kapasitas tempat penampungan yang jauh melebihi kapasitasnya, banyak orang yang mendirikan tenda di sepanjang sisi jalan dari Rafah ke Muwasi, hidup di tempat penampungan yang tidak sehat dan tidak memiliki makanan yang cukup. [Muhammad Abed/AFP]

Sebuah howitzer Israel meluncurkan tembakan ke Gaza dari posisi dekat Nahal Oz (10/12). Howitzer adalah jenis senjata artileri yang digunakan untuk serangan darat dan memiliki daya rusak yang kuat. (Mostafa Alkharouf/Anadolu)
Demonstran berunjuk rasa di seluruh dunia untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap warga Palestina dan memprotes serangan gencar tentara Israel di Jalur Gaza pada Hari Hak Asasi Manusia Sedunia (10/12). Protes diadakan pada Minggu di Istanbul, Kopenhagen, Den Haag, Tunis, Melbourne, Tokyo, Beograd, Sarajevo, Karachi, Sanaa, Rabat, dan tempat lain. Setiap tahun pada tanggal 10 Desember, komunitas internasional memperingati Hari Hak Asasi Manusia untuk memperingati diadopsinya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1948. (Al Jazera)

Pada Senin (11/12), warga Palestina berkerumun di sekitar truk yang mendistribusikan air kemasan di Rafah, Gaza. (Stringer/Anadolu)

Tank dan pesawat tempur Israel melancarkan serangan baru terhadap warga Palestina yang kelaparan di Gaza selatan. Pejabat kesehatan mengatakan pada Selasa (12/12) bahwa sebanyak 23 orang, termasuk tujuh anak-anak, dibunuh dalam serangan udara Israel di Rafah. (Fatima Sbhair/ AP Photo/ Al Jazeera)

Angin kencang, hujan deras, dan banjir menerpa para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda di Rafah, selatan Gaza (13/12). Hal ini menambah kekhawatiran akan penyebaran penyakit di tempat penampungan yang penuh sesak dan tidak memiliki fasilitas pembuangan limbah yang memadai. Kementerian Kesehatan wilayah Palestina melaporkan lebih dari 360.000 kasus infeksi telah ditemukan di antara 1,9 juta orang yang mengungsi akibat serangan militer Israel. (Ali Jadallah/ Anadolu/ Al Jazeera)

Penyerbuan yang dilakukan militer Israel di Kota Jenin, Tepi Barat, selama tiga hari berturut- turut, telah mengakibatkan semakin banyak korban jiwa (14/12). Delapan warga Palestina telah terbunuh di kamp pengungsi Jenin sejak Selasa, kata Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan. Sementara itu, staf medis menyatakan ada puluhan panggilan darurat untuk mengevakuasi orang sakit, tetapi kru ambulans tidak dapat menjangkau mereka karena dihalangi militer Israel. [Issam Rimawi/Anadolu]

Para pengunjuk rasa dari kelompok nasional Suara Yahudi untuk Perdamaian (Jewish Voice for Peace) pada Jumat (15/12) ditangkap saat menyerukan gencatan senjata di Gaza selama demonstrasi di seluruh AS pada malam ke-8 Hanukkah, di Philadelphia, Pennsylvania. (Hannah Beier/ Reuters)

Jurnalis Al Jazeera Samer Abudaqa (45), dimakamkan di Gaza selatan (16/12). Puluhan pelayat, termasuk keluarga dan jurnalis, memberikan penghormatan kepada juru kamera yang terbunuh dalam serangan drone Israel. Abudaqa, juru kamera Al Jazeera Arab di Gaza, ditembak saat melaporkan dari sekolah Farhana di Khan Younis. Rekannya, koresponden Arab Al Jazeera Wael Dahdouh, yang kehilangan istri, putra, putri dan cucunya dalam pengeboman Israel sebelumnya, mengalami luka. (Belal Khaled/ Anadolu/ Al Jazeera/ New Arab)

Pasukan Israel membunuh sedikitnya lima warga Palestina di Tulkarem, Tepi Barat, pada Ahad pagi (17/12), menjadikan jumlah warga Palestina yang dibunuh menjadi tujuh orang dalam 24 jam terakhir. Pasukan Israel juga mencegah ambulans mencapai kamp dan menangkap seorang paramedis. Adapun para korban adalah Jihad Aarneh, 25, Mahmoud Samer Jaber, 22, Ghayth Yasser Shahada, 25, Waleed Asaad Zahra, 22, dan Asaad Asad Zahra, 33. (Majdi Mohammed/ AP Photo/ WAFA/ Al Jazeera)

Israel terus melakukan serangan mematikan di Jalur Gaza pada Minggu (17/12). Setidaknya 90 orang syahid, termasuk wanita dan anak-anak, dan lebih dari 100 orang terluka dalam serangan Israel di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara. Di Deir Balah, tercatat 12 syuhada, di Rafah sedikitnya 4 syuhada, sementara lebih dari 54 jenazah tiba di Rumah Sakit al-Shifa setelah pesawat tempur Israel menargetkan lingkungan Sabra, Sheikh Radwan, dan Remal di Kota Gaza. (Ahmed Zagout/ Anadolu/ Al Jazeera)

Seorang pria duduk bersama anak-anak di dekat api unggun di luar salah satu tenda yang menampung pengungsi Palestina, di Rafah, Gaza (18/12). Semakin banyak penduduk Gaza dari bagian utara dan tengah yang mengungsi ke selatan, mengingat intensitas serangan Israel yang tinggi dan dilakukan terus-menerus. (Mahmud Hams/AFP)

Pada Selasa (19/12), seorang ayah yang sedang dirawat di rumah sakit Rafah karena luka-lukanya, mengucapkan selamat tinggal kepada jenazah putranya yang nyawanya direnggut akibat pengeboman Israel ke Gaza. (Mohammad Abed/AFP)
Vanessa Frazier, perwakilan tetap Malta untuk PBB, mengatakan penolakan akses kemanusiaan terhadap warga sipil “bisa menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang” (19/12). Selain itu, anggota Parlemen Eropa untuk Dublin, Barry Andrews, yang juga melakukan perjalanan ke Rafah menilai Israel telah membuat keputusan yang dengan sengaja menggagalkan upaya kemanusiaan internasional. (Al Jazeera)

Israel membombardir kota-kota di Gaza dengan serangan udara pada Rabu (20/12), ketika pembicaraan mengenai gencatan senjata dan pertukaran tawanan dengan Hamas terus berlanjut. Militer Israel juga memerintahkan evakuasi segera di wilayah yang mencakup sekitar 20 persen Kota Khan Younis di bagian tengah dan selatan, yang menampung lebih dari 141.000 orang. Menurut perkiraan PBB, lebih dari 20.000 warga Palestina telah terbunuh, sementara ribuan lainnya terkubur di bawah reruntuhan Gaza. (Said Khatib/ AFP/ Al Jazeera)

Sebuah laporan PBB menemukan bahwa sekitar 576.600 atau lebih dari setengah juta orang di Gaza mengalami kelaparan karena kurangnya makanan yang bisa masuk ke wilayah tersebut sejak pecahnya perang lebih dari 10 minggu yang lalu (21/12). Tampak orang-orang berkerumun untuk mendapatkan makanan. (Fatimah Sbhair/ AP/ CNN)

Agresi Israel di Gaza kembali memaksa ribuan warga Palestina mengungsi setelah Avichay Adraee, juru bicara militer Israel, pada Jumat (22/12) melalui platform media sosialnya, mendesak penduduk kamp Bureij dan wilayah tengah Gaza lainnya untuk segera mengosongkan rumah mereka dan pindah ke selatan kota, Deir el-Balah. (Abdelhakim Abu Riash/ Al Jazeera)

Perayaan Natal tahun ini menjadi perayaan yang sunyi karena umat Kristen Palestina juga ikut berduka dengan apa yang terjadi di Gaza, atas ketidakberdayaan dan penderitaan mereka di tengah agresi Israel. Di Betlehem, Pendeta Munther Isaac, pendeta Gereja Natal Lutheran Injili, mengatakan air mata jemaat mengalir selama kebaktian Minggu (24/12). Mereka merasa cemas dan berduka atas apa yang menimpa Gaza. (Hazem Bader/AFP/ Mondoweiss)

Penduduk kamp pengungsi Maghazi di Gaza telah kembali ke lingkungan mereka dan hanya menemukan balok-balok beton tergeletak di tempat rumah mereka berdiri. Pada Ahad malam (24/12), setidaknya tiga rumah di kamp tersebut terkena serangan udara Israel, membunuh lebih dari 100 orang. (Mahmud Hams/ AFP/ Al Jazeera)

Hari Natal di Tepi Barat yang dijajah dimulai dengan serangan terhadap kamp pengungsi Jenin. Penggerebekan pada Senin pagi (25/12) terjadi setelah beberapa penggerebekan lainnya di seluruh wilayah, yang mengakibatkan puluhan penangkapan dan penembakan di leher seorang anak laki-laki Palestina berusia 17 tahun. Salah satu kota yang terkena dampak adalah Betlehem. (Al Jazeera)

Petugas di Gaza menguburkan 80 warga Palestina di kuburan massal di Pemakaman Tel al Sultan, Rafah setelah Israel mengembalikan jenazah tak dikenal – beberapa utuh, yang lain dimutilasi. Kementerian Kesehatan di Gaza menerima jenazah tersebut pada Selasa (26/12) melalui perbatasan Karem Abu Salem yang dikontrol Israel di Gaza selatan. (TRT World)

Badan kesehatan PBB mengatakan ribuan orang berusaha melarikan diri dari kampanye pengeboman yang dilakukan militer Israel di wilayah Gaza tengah dan selatan melalui darat, laut dan udara (27/12). “WHO sangat khawatir bahwa pengungsian baru ini akan semakin membebani fasilitas kesehatan di wilayah selatan, yang sudah kesulitan memenuhi kebutuhan besar penduduknya,” kata Rik Peeperkorn, perwakilan WHO untuk wilayah Palestina yang dijajah. (Belal Khaled/ Anadolu)

Menurut kantor media pemerintah (28/12), dalam hampir tiga bulan agresi Israel di Gaza , lebih dari 21.000 orang terbunuh, dengan lebih dari 8.663 di antaranya adalah anak-anak. Angka ini belum dijumlah dengan ribuan korban lainnya yang masih terkubur di bawah reruntuhan. Israel juga telah berulang kali menargetkan sekolah-sekolah dan bahkan pusat perawatan bayi, sehingga mengakibatkan terbunuhnya bayi-bayi yang baru lahir.

Israel melarang warga Palestina memasuki Masjid Al-Aqsa di Al-Quds Timur selama 12 pekan berturut-turut (29/12). Polisi Israel memasang penghalang di pintu masuk Kota Tua, mendirikan pos pemeriksaan, dan hanya mengizinkan orang lanjut usia untuk mencapai Masjid Al-Aqsa. (Ammar Awad/ Reuters/ Al Jazeera)

Tentara Israel telah menghancurkan lebih dari 200 situs arkeologi dan situs kuno dari 325 situs yang terdaftar di Gaza sejak agresi 7 Oktober. Kantor Media Gaza mengatakan pada Jumat (29/12) bahwa situs-situs tersebut mencakup gereja kuno, masjid, sekolah, museum dan situs serta monumen bersejarah dan arkeologi lainnya. (MEMO/TRT World)

Pada Sabtu (30/12), Benjamin Netanyahu bersumpah untuk mengambil kendali Rafah, perbatasan Jalur Gaza dengan Mesir, memperluas misi Israel untuk menetralkan Hamas dalam agresi yang diperkirakan akan berlangsung selama berbulan-bulan. (Reuters/ MEE/ Al Jazeera)

Jurnalis Jerusalem TV, Jaber Abu Hedrus dibunuh dalam serangan tentara Israel di Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza (30/12). Ia merupakan jurnalis Palestina ke-106 yang terbunuh dalam 84 hari serangan intens yang terus berlanjut di Gaza. (Ashraf Amra/ Anadolu Agency/ MEMO)

Militer Israel menyerang 5 kamp pengungsian di Tepi Barat yang dijajah, menghancurkan infrastrukturnya dengan menggunakan buldozer (31/12). Bentrokan juga terjadi dengan masyarakat sipil Palestina, yang menyebabkan dua orang terluka, menurut laporan dari agensi berita Anadolu. (Nedal Eshtayah/Anadolu Agency/MEMO)
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








