Para pakar HAM dari PBB pada hari Kamis (14/7) mendesak otoritas Israel untuk segera membebaskan Ahmad Manasra, seorang warga Palestina berusia 20 tahun yang Israel tahan sejak berusia 14 tahun. Ia saat ini menderita kondisi kesehatan mental yang serius.
Pakar HAM antara lain: Francesca Albanese, Pelapor Khusus tentang situasi hak asasi manusia di Wilayah Palestina sejak 1967; Fionnuala Ni Aolain, Pelapor Khusus untuk pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar melawan terorisme; Tendayi Achiume, Pelapor Khusus tentang bentuk kontemporer rasisme, diskriminasi rasial, xenofobia, dan intoleransi terkait; dan Tlaleng Mofokeng, Pelapor Khusus tentang hak atas kesehatan.
“Masa penjara Ahmad selama hampir enam tahun telah merampas masa kanak-kanak, lingkungan keluarga, perlindungan, dan semua hak yang seharusnya terjamin sebagai seorang anak,” kata para ahli, “kasus ini menghantui dalam banyak hal. Penahanannya yang terus-menerus meskipun kondisi mentalnya memburuk, merupakan noda bagi kita semua sebagai bagian dari komunitas hak asasi manusia internasional.”
Baca juga “Komite Tolak Bebaskan Ahmad Manasra“
“Adegan-adegan yang menyayat hati tentang seorang anak yang sedang mengalami patah tulang tergeletak di tanah, dengan rentetan hinaan dan ancaman dari orang dewasa bersenjata yang berteriak dalam bahasa asing; tentang anak laki-laki yang sama yang disuapi dengan sendok oleh tangan yang tidak ia kenal saat ia dirantai ke ranjang rumah sakit untuk kemudian menjalani interogasi kejam yang melanggar norma dan prinsip hak asasi manusia tentang penangkapan dan penahanan seorang anak; sungguh terus menghantui hati nurani kita,” kata para ahli. “Kepada Ahmad kami katakan: kami menyesal kami gagal melindungimu,” tambah mereka.
“Penangkapan dan penahanan Ahmad terjadi dalam rentang waktu yang sangat penting bagi perkembangan emosional, intelektual, dan sosial seorang anak. Dalam segala tindakan yang menyangkut anak, kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi pertimbangan utama,” kata para ahli. “Melanggar prinsip dasar ini, pertimbangan utama dalam kasus ini tampaknya adalah fokus Israel untuk menahan siapa pun yang mereka sebut sebagai ancaman terorisme”, kata mereka.
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/130051
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







