Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), telah memperingatkan kemungkinan kelaparan di Gaza utara, yang telah berada di bawah pengepungan dan pembersihan etnis Israel sejak 5 Oktober.
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (9/11), Lazzarini menyatakan penyesalannya bahwa kemungkinan terjadinya kelaparan “tidak mengejutkan,” dan mencatat bahwa Israel telah menjadikan kelaparan sebagai senjata dengan tidak memberikan warga Gaza kebutuhan dasar, termasuk makanan untuk bertahan hidup.
Ia menyatakan bahwa bantuan yang masuk ke Gaza tidak mencukupi, rata-rata hanya sekitar 30 truk per hari atau hanya mewakili sekitar 6% dari kebutuhan harian penduduk Palestina.
Lazzarini menyerukan langkah-langkah mendesak, termasuk kemauan politik untuk meningkatkan aliran pasokan kemanusiaan dan komersial ke Gaza, serta keputusan politik untuk memungkinkan akses yang teratur dan tanpa gangguan bagi konvoi ke Gaza utara. Ia menekankan perlunya kemauan politik untuk mengatasi dan menghilangkan krisis kelaparan, dengan menyatakan bahwa hal ini belum terlambat.
Pada Jumat (11/11), sebuah laporan dari Komite Kajian Kelaparan dari Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (sebuah tim yang terdiri dari para ahli internasional independen senior dalam keamanan pangan dan gizi) memperingatkan kemungkinan besar akan terjadinya kelaparan di wilayah Gaza utara, karena pendudukan Israel terus melakukan penghancuran di wilayah tersebut.
Laporan tersebut menekankan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza sangat buruk dan memburuk dengan cepat, sehingga membutuhkan tindakan segera dalam beberapa hari mendatang.
Dalam beberapa pekan terakhir, krisis nyata juga mulai muncul di Gaza tengah dan selatan akibat menipisnya persediaan tepung dan kebutuhan pokok di pasar dan rumah, hingga memaksa penduduk menggunakan tepung rusak untuk memberi makan keluarga mereka dan mencari alternatif yang tidak sehat.
Palestina memperingatkan bahwa Israel bermaksud memperketat pendudukannya di Gaza utara dan mengubahnya menjadi zona penyangga setelah menggusur penduduknya, di bawah pengeringan, pengeboman besar-besaran, dan blokade ketat yang mencegah masuknya makanan, air, dan obat-obatan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








