JAKARTA-Di penghujung tahun, musim dingin telah menjadi masalah yang serius di seluruh wilayah Palestina, tak terkecuali di Tepi Barat. Di tengah penjajahan dan serangan yang terjadi terus menerus, penduduk Palestina juga harus bertahan menghadapi musim dingin dan badai. Untuk meringankan penderitaan penduduk Palestina di Tepi Barat, pada 18 November 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International menyalurkan bantuan pakaian hangat yang memberi manfaat bagi 275 anak di Ramallah, Tepi Barat.

Menghadapi suku ekstrem di musim dingin telah menjadi tantangan tersendiri bagi penduduk Palestina di Tepi Barat yang sehari-hari sudah menderita akibat perampasan tanah, penangkapan, dan serangan yang terjadi hampir setiap hari. Selama musim dingin, penduduk yang rumahnya dirampas oleh Israel tidak memiliki atap untuk bernaung, dan keluarga yang kepala rumah tangganya ditangkap oleh Israel tidak memiliki penghasilan untuk bertahan.
Selama musim dingin, Komite darurat setempat mengatakan bahwa rumah-rumah penduduk terendam total dan puluhan insiden penyelamatan ditangani oleh Pertahanan Sipil Palestina di berbagai wilayah Tepi Barat. Di Tepi Barat, penduduk yang rumahnya tidak dirampas oleh Israel, kemungkinan akan tetap kehilangan tempat tinggal akibat terendam banjir, membuat banyak keluarga tidak memiliki perlengkapan yang memadai untuk melewati musim dingin tahun ini.

Menyadari bahwa penduduk Palestina di Tepi Barat sangat membutuhkan uluran tangan untuk bisa bertahan, pada 18 November 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International mengirimkan bantuan musim dingin. Bantuan yang disalurkan berupa pakaian hangat yang telah memberi manfaat bagi 275 anak di Ramallah, Tepi Barat.



Musim dingin tahun ini telah menjadi waktu-waktu yang kritis bagi penduduk Palestina di Tepi Barat, namun bantuan dari Sahabat Adara telah membantu mereka melewatinya. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan pakaian hangat darimu sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan di Tepi Barat. Kini banyak keluarga tidak lagi menggigil kedinginan, sebab pakaian hangat darimu telah menjadi uluran tangan yang merangkul mereka dari kejauhan.








