Anadolu Agency melaporkan bahwa Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Lebanon sebanyak enam kali pada hari ke-23 (Kamis 19/12).
Sejak gencatan senjata diumumkan pada 27 November, jumlah total pelanggaran Israel telah meningkat menjadi 259, yang menyebabkan 31 orang terbunuh dan 37 orang terluka.
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), pasukan Israel menghancurkan rumah-rumah di Kota Kafr Kila di Lebanon selatan. Selain itu, sebuah drone militer milik Israel terlihat terbang di atas Kota Tyre, sementara kota Alma al-Shaab di dekat perbatasan menjadi sasaran pasukan Israel.
Rumah-rumah di daerah Tayr Harfa juga dibom dan buldoser militer Israel menghancurkan rumah-rumah di Kota Naqoura.
Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan bahwa sejak serangan Israel ke Lebanon dimulai pada 8 Oktober 2023, setidaknya 4.061 orang terbunuh, termasuk 1.106 perempuan dan anak-anak serta 222 pekerja kesehatan, sementara 16.661 lainnya terluka.
Gencatan senjata yang rapuh telah berlaku sejak 27 November antara Israel dan Lebanon setelah berbulan-bulan operasi militer.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








