Organisasi kemanusiaan Inggris, Oxfam, melaporkan bahwa Israel telah menghancurkan lebih dari 80 persen jaringan air dan pengelolaan limbah di Jalur Gaza, yang menyebabkan kondisi kesehatan yang sangat buruk.
Koordinator kemanusiaan Oxfam di Gaza, Klemens Laguarda, menyatakan pada Selasa (18/2), “Sekarang setelah bom berhenti, kita baru mulai menyadari besarnya kehancuran yang terjadi.”
Oxfam menjelaskan bahwa 1.650 kilometer jaringan air dan limbah telah dihancurkan oleh Israel. Organisasi ini juga mencatat bahwa penduduk di Gaza utara dan kota Rafah di selatan hanya memiliki akses 5,7 liter air per hari, atau kurang dari 7 persen dari tingkat sebelum perang. Jumlah ini bahkan tidak cukup untuk satu kali penyiraman toilet.
Oxfam menyatakan harapannya agar gencatan senjata terus berlanjut serta bahan bakar dan bantuan dapat mengalir sehingga rakyat Palestina bisa membangun kembali kehidupan mereka.
Dalam konteks yang sama, Layla Bakr, Direktur Regional Dana Kependudukan PBB (UNFPA) untuk negara-negara Arab, mengatakan bahwa tingkat kehancuran akibat perang di Gaza terlihat sejauh mata memandang.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Bakr menyerukan perbaikan kondisi hidup agar warga Gaza dapat membangun kembali dan memulai kehidupan normal mereka.
Ia menekankan bahwa meskipun puing-puing dan kehancuran mengelilingi mereka, warga Palestina tetap memiliki ikatan yang kuat dengan tanah mereka meskipun terpaksa tinggal dalam kondisi yang tidak layak huni.
Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh PBB, Uni Eropa, dan Bank Dunia memperkirakan bahwa rekonstruksi Gaza dan Tepi Barat akan membutuhkan dana sebesar US$53,2 miliar dalam 10 tahun ke depan, dengan US$20 miliar diperlukan dalam tiga tahun pertama.
Pada 19 Januari, perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tawanan antara Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, dan Israel mulai berlaku. Langkah ini menandai fase pertama dari periode gencatan senjata selama enam pekan setelah lebih dari 15 bulan genosida di Gaza yang menyebabkan lebih dari 160.000 orang gugur dan terluka, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan. Gaza juga mengalami kehancuran yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








