Kantor Kepresidenan Palestina telah memperingatkan “bahaya keputusan Israel yang memberlakukan pembatasan masuknya umat Kristen ke Gereja Makam Kudus di al-Quds yang diduduki.” Juru bicara Kepresidenan, Nabil Abu Rudeineh, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan pendudukan adalah “kelanjutan eskalasi Israel terhadap kota al-Quds dan kesuciannya,” seraya menjelaskan bahwa hal itu bersamaan dengan “serangan terus-menerus ke Masjid Al-Aqsa oleh ekstremis Yahudi Israel di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel.”
Abu Rudeineh menambahkan keputusan itu adalah “tantangan yang terang-terangan dan berbahaya bagi agama-agama surgawi dan kesuciannya, sebuah provokasi dan pengabaian terhadap semua nilai kemanusiaan dan agama.” Pejabat Palestina menggambarkan pembatasan Israel pada kehadiran Islam-Kristen sebagai “perang melawan rakyat Palestina dan Al-Quds, serta kesuciannya,” ia menekankan bahwa itu adalah “pelanggaran lain dari status quo sejarah di kota suci.”
Pemimpin Palestina, Abu Rudeineh meminta pihak-pihak internasional “untuk memikul tanggung jawab mereka untuk menghentikan pelanggaran Israel yang mempengaruhi kesucian tempat dan kebebasan beribadah.”
Sumber:
https://www.#/20220422-pa-warns-of-israel-violating-islamic-christian-sanctities-in-jerusalem/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








