Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa warga Gaza masih terus mempertaruhkan nyawa mereka demi mendapatkan makanan dan kebutuhan pokok lainnya, di tengah serangan Israel yang tak kunjung berhenti dan kondisi kelaparan yang semakin parah.
Dalam pembaruan terbarunya pada Rabu (17/7), OCHA melaporkan bahwa “baru pagi ini, terdapat laporan puluhan orang terbunuh atau terluka di salah satu pusat distribusi bantuan yang dimiliterisasi oleh Israel.”
Selama sepekan terakhir, lanjut OCHA, kasus luka berat terus dilaporkan terjadi pada pengungsi yang mencoba mengakses bantuan kemanusiaan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat salah satu kasus tragis yang menimpa seorang pemuda berusia 21 tahun yang kini mengalami kelumpuhan permanen setelah ditembak saat berusaha mengambil satu kantong tepung dari pusat distribusi bantuan tersebut.
OCHA juga menyoroti dampak serius dari operasi militer Israel yang semakin intensif selama berbulan-bulan terakhir, yang memperburuk kondisi hidup kelompok paling rentan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Mereka kini semakin sulit memperoleh kebutuhan dasar untuk bertahan hidup dan semakin terisolasi dari layanan kemanusiaan.
Berdasarkan survei dari salah satu mitra kemanusiaan, OCHA mengungkapkan bahwa “lebih dari 80 persen penyandang disabilitas di Gaza telah kehilangan kursi roda, alat bantu dengar, alat bantu jalan, dan perangkat penunjang lainnya.” Tanpa alat bantu tersebut, mereka mengalami pembatasan mobilitas yang parah dan harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk penolakan akses terhadap bantuan, diskriminasi, stigmatisasi, hingga risiko terkena ranjau atau bahan peledak lainnya.
Peringatan ini menambah deretan kesaksian mengerikan tentang penderitaan warga sipil di Gaza yang terus berlangsung akibat blokade dan agresi militer Israel yang sistematis
Sumber:
https://www.#/20250717-un-gaza-residents-still-risking-their-lives-to-get-food/








