Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) telah memperingatkan bahwa eskalasi regional sejak akhir pekan lalu telah mengganggu kehidupan sipil dan operasi kemanusiaan di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
“Di Jalur Gaza, otoritas Israel telah menutup semua penyeberangan, termasuk Rafah. Tindakan ini menangguhkan pergerakan kemanusiaan dan menunda rotasi staf kemanusiaan internasional yang direncanakan. Evakuasi medis dan pemulangan orang-orang ke Gaza juga telah mengalami penangguhan,” kata OCHA dalam pernyataan pada Senin (02/03).
OCHA menyatakan bahwa masyarakat di Gaza bergantung pada aliran barang-barang kemanusiaan dan komersial yang stabil dari luar. Ini terjadi mengingat kapasitas penyimpanan yang terbatas dan hancurnya mata pencaharian di seluruh wilayah pesisir yang terblokade tersebut.
“Mitra kemanusiaan telah bekerja keras untuk mempertahankan aliran pasokan yang berkelanjutan dan dapat diprediksi meskipun ada pembatasan. Tetapi hal itu tidak dapat berlanjut di bawah blokade penuh,” kata OCHA.
“Dalam beberapa hari terakhir, para mitra terpaksa melakukan penjatahan bahan bakar. Mereka memprioritaskan operasi penyelamatan jiwa, meskipun dengan kapasitas yang berkurang karena stok lokal semakin menipis. Di antara yang terdampak adalah toko roti, rumah sakit, dan pabrik desalinasi. Layanan seperti pengumpulan sampah padat telah mengalami penangguhan. Para pejabat PBB sedang berupaya untuk memastikan mulainya kembali pengiriman bahan bakar secara mendesak.
“Di beberapa wilayah Kota Gaza, berkurangnya produksi air menyebabkan warga hanya memiliki air minum sebanyak dua liter per hari. Harga barang kebutuhan pokok pun sudah mulai naik.”
Baca juga : “Israel Tolak untuk Membuka Akses Perbatasan Rafah di Tengah Krisis Kemanusiaan yang Memburuk“
OCHA juga menyoroti situasi di Tepi Barat. Mereka mengatakan bahwa “pasukan Israel telah menutup sebagian besar pos pemeriksaan, sehingga mencegah perjalanan antarkota dan provinsi Palestina.” “Hal ini berdampak pada akses masyarakat terhadap mata pencaharian, layanan dasar, dan operasi kemanusiaan,” tambah OCHA.
“Sejak akhir pekan, warga di seluruh Tepi Barat terpapar puing-puing yang berjatuhan di daerah sipil di tengah tembakan rudal dan pencegat. Sementara itu, daerah permukiman di Gaza terus menerus terkena serangan dari udara, darat, dan laut,” catat OCHA.
OCHA menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk melindungi warga sipil Palestina dan memastikan kebutuhan pokok mereka terpenuhi, sesuai dengan hukum humaniter internasional.
Sumber: Palinfo, Wafa, Al Jazeera








