Pasukan pendudukan Israel telah menghancurkan 27 bangunan di daerah Masafer Yatta di Tepi Barat selatan pada Selasa (3/10), menyebabkan 13 keluarga Palestina mengungsi dan berdampak buruk pada mata pencaharian 70 orang lainnya. Insiden mengkhawatirkan ini telah didokumentasikan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), yang telah menyuarakan keprihatinan atas krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah tersebut.
Bangunan yang dibongkar, seperti dilansir OCHA, meliputi 18 tenda permukiman, empat tempat penampungan hewan, tiga jamban, tangki air, dan panel surya. Dampak dari pembongkaran ini telah menyebabkan 66 orang, termasuk 36 anak-anak, kehilangan tempat berlindung dan akses terhadap layanan penting, sehingga membuat mereka rentan terhadap kondisi cuaca buruk dan kondisi kehidupan yang memprihatinkan.
Masafer Yatta, terdiri atas komunitas 19 desa yang terletak di Area C Tepi Barat, berada di bawah kendali penuh Israel. Sejak tahun 1970-an, kawasan ini telah ditetapkan sebagai “zona tembak” untuk tujuan pelatihan pasukan pendudukan Israel, sehingga penduduk Palestina mengalami serangkaian pembongkaran, penggusuran, pembatasan akses, dan insiden kekerasan pemukim.
Laporan OCHA menekankan bahwa pembongkaran tersebut dilakukan atas dasar tidak adanya izin mendirikan bangunan yang dikeluarkan oleh Israel, yang hampir tidak mungkin didapat oleh penduduk Palestina di Area C. Lebih lanjut, laporan tersebut dengan tegas menyatakan bahwa pembongkaran merupakan pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional.
Lynn Hastings, koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina yang dijajah, tidak berbasa-basi dan mengutuk keras pembongkaran tersebut. Dia menyeru penjajah Israel untuk menghentikan kebijakan dan praktik ilegal di Area C, dan mendesak komunitas internasional untuk turun tangan dan mendukung kebutuhan kemanusiaan keluarga yang terkena dampak. Lebih lanjut, Hastings menyerukan agar akuntabilitas ditegakkan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








