Kehidupan sekitar 50.000 perempuan hamil dan menyusui di Jalur Gaza berada dalam risiko serius akibat kekurangan nutrisi serta obat-obatan penting yang sesuai, kata juru bicara Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, Khalil al-Daqran.
Ia mencatat bahwa tingkat keguguran telah meningkat hingga enam kali lipat dibandingkan sebelum terjadinya genosida, disertai lonjakan tajam dalam kasus kelahiran prematur. Sementara itu, unit perawatan neonatal kini kewalahan dan melebihi kapasitas.
Dalam wawancara dengan Voice of Palestine, Al-Daqran menyatakan bahwa pendudukan Israel terus secara sistematis menargetkan sistem pelayanan kesehatan, yang kini berada di ambang kehancuran total.
Lebih dari 23 rumah sakit telah berhenti beroperasi, dan fasilitas yang tersisa hanya berfungsi sebagian di tengah kekurangan obat-obatan, pasokan medis, dan bahan bakar yang parah, ujarnya.
Ia juga melaporkan bahwa lebih dari 12.000 pasien kanker telah ditolak akses terhadap pengobatan, yang mengakibatkan kematian lima pasien setiap harinya. Selain itu, 41 persen pasien gagal ginjal dilaporkan meninggal dunia akibat tidak tersedianya pengobatan penting serta pengurangan jumlah sesi dialisis yang disebabkan oleh kelangkaan sumber daya medis yang sangat parah.
Sumber: https://english.wafa.ps/Pages/Details/158079
https://www.#/20250604-41-of-kidney-patients-in-gaza-have-died/








