Alih-alih bersimpati dan mendoakan kesembuhan, sebuah situs media Israel justru menunjukkan kegembiraan saat tersebar berita bahwa model Palestina-Amerika, Bella Hadid, sedang menjalani perawatan akibat penyakit Lyme. Penyakit Lyme atau Lyme Disease adalah penyakit akibat infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu. Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah ruam kemerahan di kulit, terkadang disertai leher kaku, nyeri sendi, dan jantung berdebar.
Bella Hadid mengumumkan kondisi kesehatannya tersebut di Instagram. Ketika Bella membagikan postingan tentang penyakit yang dideritanya, saat itulah situs berita Walla mengirimkan pesan, “Lain kali pikirkan dulu sebelum Anda ‘membuang’ Israel, Nona Bella.”
Bukan hal baru, ternyata model berusia 26 tahun tersebut telah didiagnosis mengidap penyakit Lyme sejak 2012. Penyakit tersebut disebarkan oleh bakteri pembawa kutu dan dilaporkan telah menyerang satu dari sepuluh orang di Amerika Utara. Menurut National Institutes of Health, banyak kasus penyakit Lyme dapat diobati secara efektif dengan antibiotik. Namun, kasus kronis seperti Bella menuntut perawatan terapeutik yang lebih ketat. Sebab, apabila gejala penyakit Lyme bertahan selama minimal enam bulan setelah pengobatan awal, hal itu menimbulkan kondisi yang dikenal sebagai Post-Treatment Lyme Disease Syndrome.
Mengenai kondisinya, Bella menulis di Instagram: “Saya yang sejak kecil menderita akan sangat bangga dengan saya yang sudah dewasa karena tidak menyerah pada diri saya sendiri. Hidup dalam keadaan yang memburuk seiring waktu dan terus bekerja sambil berusaha membuat diri saya, keluarga, dan orang-orang yang mendukung saya merasa bangga. Dia menambahkan, “Merasakan sedih dan sakit sekaligus mendapat banyak berkah/hak istimewa/kesempatan/cinta di sekitarku adalah hal paling membingungkan yang pernah ada.” Dia mengakhiri postingannya dengan berterima kasih kepada ibunya, Yolanda Hadid, dan para pendukungnya karena telah membantunya melewati cobaan ini.
Bella Hadid sering menghadapi kampanye hitam oleh orang-orang pro-Israel di media sosial karena dukungannya terhadap perjuangan Palestina. Walaupun begitu, ia tetap memiliki 59,4 juta pengikut setia di Instagram, dan ratusan ribu di situs media sosial lainnya. Postingannya juga masih sering menceritakan bagaimana ayahnya dan keluarganya diusir dari rumah mereka di Palestina pada Nakba 1948, dan menjadi pengungsi di Suriah, Lebanon, dan kemudian Tunisia, sebelum berakhir di Amerika Serikat hingga saat ini.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








