Militer Israel melakukan “pengeboman karpet” di kawasan Rafah timur setelah perundingan gencatan senjata tampaknya gagal pada Senin (6/5) malam, menurut kantor berita Palestina WAFA.
Israel mengebom bagian timur Rafah dengan pesawat tempur dan artileri, lapor WAFA. Penduduk setempat melaporkan adanya suara di langit malam dan puluhan drone pengintai terbang di atasnya.
Militer Israel (IOF) tetap memulai serangannya di Rafah timur meskipun ada kecaman internasional atas dampak kemanusiaan akibat serangan tersebut dan seruan dari sekutunya, AS, untuk tidak menyerang kota perbatasan di bagian selatan.
“IOF saat ini sedang melakukan serangan yang ditargetkan terhadap Hamas di Rafah timur, Gaza selatan,” kata militer Israel di platform media sosial X.
Pengumuman tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Hamas mengumumkan bahwa mereka menerima proposal gencatan senjata.
Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahayakan kesepakatan gencatan senjata dengan mengebom Rafah.
“Upaya luar biasa telah dilakukan untuk menghasilkan kesepakatan pertukaran yang akan membebaskan sandera dan mewujudkan gencatan senjata. Hamas telah mengajukan tawaran. Jika Netanyahu benar-benar menginginkan kesepakatan, dia akan menegosiasikan tawaran tersebut dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya, dia membahayakan kesepakatan tersebut.” dengan mengebom Rafah,” kata Safadi di platform media sosial X.
sumber: https://www.middleeasteye.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








