Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim adanya “kemajuan signifikan” dalam negosiasi gencatan senjata dan pertukaran tawanan dengan Hamas. Namun, ia menekankan bahwa masih terlalu dini untuk memberi harapan kepada publik. “Kami bekerja tanpa henti,” ujar Netanyahu dalam sebuah video yang dirilis oleh kantornya, Selasa (10/6).
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, juga menyatakan hal serupa dalam konferensi pers di Al-Quds (Yerusalem). “Ada sedikit kemajuan, tapi berdasarkan pengalaman sebelumnya, saya tidak ingin melebih-lebihkannya,” ujarnya.
Menurut laporan The Jerusalem Post, Netanyahu baru-baru ini menggelar pertemuan guna membahas perkembangan terbaru dalam perundingan. Hamas dikabarkan sedang menyusun tanggapan baru terhadap proposal gencatan senjata dari utusan AS, Steve Witkoff, yang dinilai berpotensi membawa terobosan dalam negosiasi. Namun, hingga kini belum ada komentar resmi dari Hamas maupun pihak AS.
Israel memperkirakan terdapat 56 sandera yang masih berada di Gaza, dengan 20 di antaranya diyakini masih hidup. Sementara itu, lebih dari 10.100 warga Palestina berada di penjara-penjara Israel dalam kondisi buruk. Kelompok-kelompok HAM Palestina dan Israel melaporkan adanya praktik melaparkan tawanan, penyiksaan, dan pengabaian medis.
Hamas telah berulang kali menawarkan pembebasan seluruh sandera Israel dengan syarat diakhirinya perang, penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, serta pembebasan tawanan Palestina. Namun, Netanyahu menolak syarat tersebut dan bersikeras menginginkan pelucutan senjata faksi perlawanan Palestina serta menuntut untuk mengambil alih kendali atas Gaza.
Penolakan Netanyahu ini memicu kritik dari oposisi Israel dan keluarga para sandera yang menudingnya sengaja memperpanjang perang demi mempertahankan dukungan dari mitra koalisi sayap kanan ekstremnya dan menjaga kekuasaan politiknya.
Sejak Oktober 2023, Israel melancarkan serangan brutal ke Jalur Gaza, membunuh hampir 55.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak. Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresi di Gaza.
Sumber:
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/israel-s-netanyahu-claims-progress-in-prisoner-swap-negotiations-with-hamas/3593399
https://www.#/20250610-israels-netanyahu-claims-progress-in-prisoner-swap-negotiations-with-hamas/








